• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Dirut Baru `Dihadang Hutang’ 100 Miliar

Net

BANJARMASIN,KP  – Paska ditinggalkan Direktur H Muslih tampaknya PDAM Bandarmasih belum siap. Bahkan boleh dibilang mengalami goncangan. Pasalnya, baru enam bulan sepeninggal direktur utama PDAM Bandarmasih sudah terbeban hutang sampai Rp100 miliar.

Karena itulah, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah menginginkan pelunasan hutang komersial dari PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin tersebut bisa selesai tahun 2019 nanti.

Hal ini dikarenakan hutang PDAM terhadap salah satu bank besar di kota ini sekitar Rp100 miliar yang dipinjam untuk pembangunan jaringan perpipaan serta penyaluran bahan baku. Karena itulah, selaku owner menggelar rapat interen, untuk melakukan sharing dan banyak masukan untuk PDAM agar dapat melunasi hutang tersebut.

Bahkan salah satu terobosan juga usulan rencana serta rasionalisasi, sosial oriented dan profit oriented. “Keinginan kita kedepan, PDAM tidak hanya melayani soal air bersih dan air minum, tetapi juga harus dipikirkan secara rasionalnya, keuntungan atau laba PDAM agar bisa bertahan,’’ papar Walikota H  Ibnu Sina, Selasa (20/2).

Malah, katanya, sebagai owner, tentunya masalah tersebut menjadi perhatian serius pihaknya.  Apalagi hutang tersebut harus bisa dilunasi sebelum tahun 2020. “Makanya hari ini saya dan direksi saling sharing untuk kondisi PDAM saat ini,’’ katanya.

Ditanya mengapa kalau kesulitan keuangan kucuran modal dari Pemerintah Kota Banjarmasin malah ditahan? Menurut mantan anggota DPR Kota Banjarmasin, meski ditahan bisa dikucurkan tahun ini, hanya saja prosesnya memang diperlukan dengan hati-hati, karena Perda Pernyatan Modal yang sudah disyahkan tersebut masih proses perbaikan.

Sementara Ketua Badan Pengawas PDAM Bandarmasih, Drs H Ichwan Noor Chalik yang didampingi anggota lainnya mengatakan, pihak direksi menyampaikan secara terbuka tentang masalah pinjaman untuk pembangunan langsung pada pucuk pimpinan kepala daerah. Hal itu agar ada masukan dan langkah stategis untuk bisa menyelesaikannya.

Ichwan Noor Chalik yang kini menjabat sebagai Kepala Dishub Kota Banjarmasin ini juga mengungkapkan, kalau saat ini PDAM masih harus menyelesaikan proyek pengembangan air baku, disamping masih melakukan perbaikan jaringan perpipaan.

Jadi, katanya, kalau sebuah perusahaan mempunyai hutang itu biasa yang peting mampu membayar. Karena itu diharapkan dengan dua program pembangunan PDAM tersebut, PDAM memerlukan anggaran yang cukup besar.

“Bila untuk pengembangan PDAM hanya mengandalkan dana dari PDAM dengan keterbatasan tentunya akan sangat lambat, sehingga dengan inipun diharapkan ada lagi dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,’’ papar Ichwan.

Sementara, saat ini PDAM juga belum memiliki direktur definitif dan yang menjabat sementara hanya Plt Dirut sehingga diperlukan untuk mengisi supaya bisa melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dalam pengembangan PDAM Bandarmasih kedepan. Karena dirut yang selama ini diemban oleh Yudha Ahmadi juga menjabat sebagai Direktur Teknis PDAM tak mungkin melakukan penandatangan lanjutan perjanjian yang selama ini banyak terpending.

Karena itu, ujarnya, untuk mencari pengisian pejabat tersebut, Dewan Pengawas akan membentuk panitia seleksi atau timsel, kemudian setelah di pilih oleh walikota dan wakil walikota selaku owner, nanti setelah itu baru membuka lowongan terbuka dengan syarat-syarat yang disesuaikan dengan undang–undang.

Karena salah satu bunyi sebuah Undang-undang  menyatakan bahwa calon direksi harus mempunyai pengalaman di bidang manajerial air bersih paling miniman 5 tahun sehingga inilah yang harus dipahami dan dimengerti semua pihak, demikian Walikota H Ibnu Sina yang membantah punya calon dari luar. (vin/K-5)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua