• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Disperindagkop Sisir Barang Kadaluarsa

KADIS DISPERINDAKOP - Balangan Rahmadi Yusni didampingi anggota Satpol PP saat memeriksa barang di salah satu supermarket. (KP/Ist)
KADIS DISPERINDAKOP – Balangan Rahmadi Yusni didampingi anggota Satpol PP saat memeriksa barang di salah satu supermarket. (KP/Ist)

Paringin, KP – Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Balangan bersama Satpol PP dan Satuan Intel Polres Balangan lakukan penyisiran atau inspeksi mendadak (sidak, red) kesejumlah toko dan minimarket serta pedagang pasar untuk mencari produk yang sudah habis masa berlakunya atau kadaluarsa.

“Penyisiran atau sidak ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang kita laksanakan untuk melakukan pengawasan terhadap semua produk makanan yang dipasarkan oleh toko-toko maupun minimarket,” ujar Kepala Disperindagkop Balangan, Rakhmadi Yusni disela-sela Sidak.

Dia mengatakan, pengawasan terhadap produk-produk khususnya pada makanan kemasan itu diperlukan untuk melindungi konsumen dari peredaran produk makanan yang masa berlakunya telah habis.

Disebutkannya, sidak ini dilaksanakan karena umumnya supervisor dari minimarket itu juga kadang kurang teliti dengan produk yang dijualnya dan tidak melakukan penarikan terhadap barang yang masa edarnya sudah kadaluarsa.

“Ini langkah antisipasi beredarnya barang yang sudah kadaluarsa. Kasihan masyarakat kalau tidak mengetahui atau jeli membeli barang, makanan dan minuman,” ujarnya.

Dari pemantauan yang dilakukan di sejumlah toko dan minimarket seperti Indomaret dan Alfamard ada ditemukan barang yang kada luarsa yakni cemilan dan bumbu dapur.

Namun meskipun demikian, dirinya tetap akan mengagendakan sidak ataupun pemantauan rutin itu ke beberapa minimarket lainnya yang memang belum dikunjungi.

Rakhmadi menjelaskan jika dalam sidak atau penyisiran itu ditemukan ada barang yang telah habis masa berlakunya, sementara  pihaknya akan memberikan peringatan agar barang tersebut ditarik untuk tidak dijual atau dimusnakan sendiri.

“Kalau nanti¬† ada ditemukanlagi¬† pasti kita sita barangnya yang dianggap melanggar. Kemudian kita panggil juga pelaku usahanya untuk memberikan pengarahan dan pembinaan,” jelasnya.

Adapun dasar dari pemantauan barang kadaluarsa itu tetap mengacu pada Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (jun/K-6)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua