• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Dit Reskrimum Tunggu Tekenan Gubernur Kalsel

AKBP Sofyan Hidayat
AKBP Sofyan Hidayat

BANJARMASIN, KP – Penyidik Dit Reskrimum Polda Kalsel, menunggu tekenan (tandatangan atau persetujuan,red) dari Gubernur Kalsel atas permohonan dari penyidik Polda.

Tentunya dalam hal pengusutan kasus kekerasan atau pemululan yang dialami salah satu jurnalis di Kalsel oleh oknum DPRD Tanbu, yang hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikasi.

Sebab dari keterangan, Andi Tanrang, anggota dewan yang menjadi terlapor belum jug adilakukan pemanggilan.

Padahal, Zalian wartawan Radar Banjarmasin dan saksi lainnya sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Akan tetapi hingga saat ini belum ada pemanggilan terhadap apalagi diperiksa.

Sesuai dengan syarat Undang-undang untuk memanggil anggota dewan harus mendapat izin Gubernur.

Namun dari informasi dihimpun, penyidik Dit Reskrimum sudah melayangkan surat permohonan izin pemanggilan terhadap Andi Tanrang.

“Untuk masalah itu, memang sudah dilayangkan permohonan ke Gubernur dan kita masih menunggu persetujuan saja lagi untuk melangkah proses berikutnya,’’ kata Direktur Dit Reskrimum, AKBP Sofyan Hidayat, kepada awak media, baru-baru ini.

Sementara saat dikonfirmasikan hal ini kepada Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor tidak ada jawaban.
Dihubungi melalui pesan singkat (SMS), pria yang akrap disapa Paman Birin itu tidak memberikan jawaban saat ditanya apakah sudah ada surat permohonan dari penyidik Polda.

Beberapa saat yang lalu Paman Birin saat dicecar wartawan terkait kasus pemukulan itu mengaku menunggu surat resmi dari Polda.

“Ijin Gubernur surat belum ada masuk. Jadi saat ini ga bisa berandai-andai dulu. Nanti kalau suratnya ada kita pelajari dulu,’’ ujar kala itu.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Andi Tanrang melakukan pemukulan terhada wartawan pada Selasa (9/8). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WITA.

Andi Tanrang ditengarai kesal karena bisnisnya pernah diberitakan. Beberapa hari sebelumnya, Tanrang  menelepon dan mengeluarkan kata-kata ancaman.

Kronologis awalnya, Kabag Humas Pemkab Kotabaru Rahadiyan menghubungi wartawan koran ini. Dia mengatakan staf khusus Bupati Kotabaru Sayed Jafar, Sayed Ali, ingin koordinasi dan bertemu di ruangan Staf Khusus Bupati.

Sayed Ali menghubungi juga dan meminta wartawan datang ke ruangan Staf Khusus disamping ruang Bupati.

Bersama rekan media lainnya, korban masuk ke ruangan Staf Khusus Bupati.

“Enak kan di sini bisa merokok, takada CCTV,’’ kata Sayed Ali tertawa ramah.

Namun di sana ternyata ada Anggota DPRD Tanah Bumbu, Andi Tanrang dan terjadilan pemukulan.(mns/K-4)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua