Dituding Pungli, Damkar Barsel Lapor Polisi

ditulis pada 31 Mei 2017
Damkar Barito Selatan diruas jalan Pahlawan Buntok yang sempat diterpa isu tak sedap.

Damkar Barito Selatan diruas jalan Pahlawan Buntok yang sempat diterpa isu tak sedap.

Buntok, KP – Gara-gara pemberitaan disebuah media online yang menyebutkan di bagian Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Barito Selatan ada pungutan liar (pungli).

Sontak hal itu membuat sejumlah pejabat di Dinas tersebut dibuat tak enak. Bahkan gara-gara berita yang disadur dari salah satu postingan di jejaring media sosial itu,  pihak Damkar Barsel sempat melaporkannya ke Polsek Dusun Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Barito Selatan, Muhamad  Ikhsan kepada sejumlah wartawan, Senin (29/5) menepis keras  jika di Damkar Barsel telah terjadi pungli.

“Kita membantah telah melakukan pungli seperti yang diberitakan oleh salah satu media online. Tidak benar itu. Kita juga telah melaporkan hal tersebut ke polisi,’’ tandas Muhammad  Ikhsan dikantornya.

Dikatakan Muhamad Ikhsan, merebaknya persoalan di Damkar tersebut,   bermula saat salah satu anggota Damkar Barsel memposting keluh kesahnya di media sosial facebook.

Bunyi postingan itu antara lain menyebutkan BBM untuk mobil pemadam tidak ada, honor pegawai tidak dibayar sejak Januari 2017 sampai sekarang.

Jatah konsumsi piket tidak ada serta insentif petugas piket selama tiga bulan hanya dibayar satu bulan.

Rupanya beber Muhamad Ikhsan, postingan tersebut justru dikutip oleh salah satu media online dengan judul berita Heboh Ada Pungli di Damkar Barsel?

“Kita sangat keberatan dikatakan pungli. Sebab kita tidak pernah melakukan pungli,’’ tegas dia.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada oknum yang menulis berita untuk mengklarifikasi pemberitaan tersebut. Mengingat pihak Damkar juga sempat melaporkannya ke Polsek Dusun Selatan terkait hal itu.

Lebih jauh Muhamad  Ikhsan menjelaskan, untuk insentif anggota Damkar sudah dibayarkan selama tiga bulan penuh tanpa dipotong. Untuk pembayarannya pun tidak melewati dirinya. Yang membayarnya bendahara langsung.

Selain itu, dia juga membenarkan jika gaji honor Damkar memang masih belum dibayarkan sampai saat ini. Hal tersebut lantaran terjadi kesalahan penulisan di DPA.

“Di situ tertulis, untuk honor PNS seharusnya honor PNS dan non PNS. Untuk honor ini akan diusulkan pembayarannya pada ABPD perubahan nanti,’’ katanya.

Ditempat terpisah, Hadi Btk anggota pemadam yang menulis postingan tersebut menyampaikan permohonan maaf.  Karena apa yang dia posting itu merupakan keluhan karena belum menerima honor sampai saat ini.

“Namun terkait pemberitaan disalah satu media online, saya tidak pernah dihubungi atau dikonfirmasi. Dalam postingan itu juga tidak ada kata menyebut pungli. Hanya keluh kesah saja,’’ katanya.(adi/K-8)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.