• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

Dorong Pertumbuhan Industri Kalsel

Memasuki awal tahun dimulai sejak bulan Desember mulai ada peningkatan kiriman barang dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Trisakti setiap harinya, nampak buruh Lintas Jawa melakukan aktifitas bongkar kiriman yang masuk jelang IMLEK 2018.

BANJARMASIN, KP – Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) menginginkan pertumbuhan dan perkembangan pembangunan industri di provinsinya pesat.

“Provinsi kita dengan luas wilayah sekitar 3,7 juta hektare terbagi 13 kabupaten/kota juga memiliki potensi untuk pertumbuhan dan perkembangan industri,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo di Banjarmasin, Kamis.

Sebagai contoh wilayah timur Kalsel yang meliputi Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) serta Kabupaten Kotabaru dan bahkan ketiga daerah tersebut diproyeksikan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK), termasuk untuk pembangunan industri.

“Untuk menawarkan/mempromosikan potensi serta menarik investor supaya membangun industri di Kalsel, pekan lalu kami bersama Dinas Perindustrian provinsi setempat studi komparasi ke DKI Jakarta,” tutur politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

Ia menerangkan, alasan memilih DKI sebagai tujuan studi komparasi, karena perkiraan ke depan Ibu Kota Negara tersebut tidak memungkinkan lagi untuk tempat tumbuh dan berkembangnya industri.

“Alasan lain tingkat upah tenaga kerja atau upah minimum provinsi (UMP) di DKI lebih tinggi bila dibandingkan dengan tempat kita,” ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VII/Kota Banjarbaru dan Tala itu.

Dengan tingginya upah, lanjutnya, sehingga bisa membuat biaya produksi tinggi dan pada gilirannya mendapat keuntungan minim atau kurang maksimal sebagaiman harapan dunia usaha umumnya.

Berbeda dengan Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) upah tenaga kerja masih relatif murah bila dibandingkan dengan DKI dan Kalsel, sehingga perusahaan industri kemungkinan tidak akan henglang ke provinsi lain, terkecuali ada faktor lain.

“Oleh sebab itu, melalui Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, kita berharap industri-industri yang tidak memungkinkan lagi mengembangkan kegiatan di Ibu Kota Negara karena keterbatasan lahan, bisa hijrah ke Kalsel,” demikian Imam Suprastowo.(net/K-7)

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua