• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

DPR 2017 Minta Pembangunan Embung

Foto Ilustrasi : Embung
Foto Ilustrasi : Embung

BANJARMASIN, KP  – Terkait tuntasnya pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prirotas Plafon Anggaran tSementara (KUA/PPAS)   tahun 2017. Pemko Banjarmasin diminta untuk mengangarkan kembali  penyertaan modal untuk merealisasikan rencana PDAM Bandarmasih  membangun  reservoir atau embung  dalam upaya  mengantisipasi dan pengamanan ketersediaan air baku untuk keperluan air bersih.

Ketua Komii II DPRD Kota Banjarmasin, Andi Effendie mengemukakan,   meski PDAM Bandarmasih saat ini mampu memberikan pelayanan air bersih hingga mencapai 95 persen, namun perusahaan daerah milik Pemko Banjarmasin yang melayani kebutuhan utama manusia ini  kini sedang dihadapkan permasalahan krisis air baku.

“Khususnya pada saat musim kemarau panjang, sehingga untuk mengantisipasi krisis air baku ini dibutuhkan pembangunan embung untuk menyimpan ketersediaan air baku,“ ujarnya.

Kepada {KP} Selasa (27/7)  Andi Effendi mengemukakan,  usulan  agar Pemko Banjarmasin menganggarkan kembali penyertaan modal kepada PDAM Bandarmasih itu sudah disampaikan pihak dewan dalam rekomendasi yang dikeluarkan menyikapi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota tahun anggaran 2015.

Dalam rekomendasi ini kata Andi Effendi, dewan juga meminta agar PDAM Bandarmasih  melakukan pengembangan  Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM)  dalam rangka memenuhi kuantitas, kualitas dan kontinuitas air minum yang meliputi pengembangan baru, peningkatan, perluasan, dan jaminan air baku, sehingga hak masyarakat mendapatkan air bersih senantiasa  dapat terpenuhi.

Sebelumnya Andi Effendi mengakui, jika  pembangunan reservoir  atau embung   yang direncanakan PDAM Bandarmasih dibangun di kawasan Pematang Panjang, Kabupaten Banjar dan diperkirakan akan menelan dana Rp 800 miliar lebih itu sudah dua tahun mengalami penundaan. Padahal, Pemko Banjarmasin  melalui APBD sudah menyiapkan anggaran penyertaan  modal.

Masalahnya, karena  penyerataan modal tahun 2015   dan tahun 2016 ini total seluruhnya seniali Rp 128 miliar lebih, tak bisa dicairkan akibat terkendala Permendagri Nomor : 52 tahun 2012 tentang investasi daerah dan sejumlah tahapan dan  proses lainnya yang harus dilalui.

“Salah satunya yaitu harus ditopang dokumen analisis  dampak lingkungan (Amdal), sebagiamana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 27 tahun 1999,“ ujar Andi Effendi.

Andi Effendi menandaskan,  mengingat pentingnya proyek dalam kerangka memenuhi kebutuhan  utama manusia ini  tentunya sangatlah dibutuhkan dukungan Pemprov Kalsel maupun Pemerintah Pusat.
“Masalahnya untuk merealisasikan proyek ini dibutuhkan anggaran cukup besar dan tidak mungkin jika hanya mengandalkan APBD Pemko Banjarmasin,“ demikian kata Andi Effendi.

Menurutnya, dianggarkannya kembali penyertaan modal kepada PDAM untuk pembangunan embung sangatlah memungkin  karena berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalsel bernomor 188.44/0489/KUM 2015 merekomendasikan hasil evaluasi APBD tahun 2016, tidak diperkenankan untuk dianggarkan sebelum ada payung hukum berupa Perda tentang Penyertaan Modal.

“Termasuk soal Amdal. Itu artinya Pemko Banjarmasin memungkinkan untuk mengangarkan kembali penyerataan modal kepada PDAM Bandarmasih untuk merealisasikan pembangunan embung tersebut,“ ujarnya.

Sebelumnya secara terpisah  beberapa waktu lalu Direktur Utama PDAM Bandarmasin, Ir Muslih menjelaskan,  pihaknya  kini tengah melakukan uji coba sistem pendistribusian air bersih dalam kerangka untuk mengantisipasi musim kemarau tahun ini agar tetap lancar.

Lebih jauh Muslih menjelaskan, untuk mengtasipasi permasalahan  tersebut PDAM Bandarmasih kini terus berupaya mewujudkan pembangunan resevoir  berupa   embung atau tempat penampungan  air baku  yang direncanakan berlokasi di kawasan Pematang Panjang, Kabupaten Banjar.

Dikemukakan, terkait rencana pembangunan embung tersebut saat ini melalui pemerintah provinsi Kalsel untuk  persyaratan Amdalnya masih dalan proses dan ditargetkan Juni 2016  sudah selesai. (nid/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua