• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

DPRD Balangan Terima Audiensi PPKB

Para tokoh pendiri kabupaten Balangan yang tergabung dalam Penerus Perjuangan Kabupaten Balangan (PPKB) lakukan hearing dengan anggota DPRD Balangan, Senin (17/9) kemarin.

Paringin, KP – Bertempat di ruang rapat kerja DPRD Balangan, Senin (17/9) kemarin, DPRD setempat menerima kunjungan audiensi tokoh pendiri Balangan yang tergabung dalam Penerus Perjuangan Kabupaten Balangan (PPKB).

Kedatangan rombongan pengurus dan anggota PPKB yang diketuai H Yusuf dalam rangka melakukan hearing dengan para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD diterima secara langsung oleh Ketua DPRD Balangan H Abdul Hadi beserta unsur pimpinan dan para komisi.
Dikesempatan itu, Ketua PPKB H Yusuf menyampaikan beberapa permasalah berkaitan beberapa keluhan terkait masalah kucuran dana hibah PPKB pada tahun 2017 yang diterima para tokoh pendiri Balangan.

“Kami meminta kepada anggota dewan agar membuat Raperda insiatif terkait tali asih kepada tokoh pendiri Balangan yang tergabung di PPKB ini. Kami juga meminta kejelasan terkait pengembalian dana hibah PPKB ke kas daerah,” katanya.

Begitu juga dengan Hifni Effendi, salah seorang tokoh PPKB, dalam penyampaiannya dia menilai anggota PPKB harus mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mengingat saat ini pemerintah daerah menjalankan program insentif atau tali asih  kepada kaum masjid,  guru mengaji dan lain sebagainya. ” Maka tidak salah kalau kami juga mempertanyakan apakah ada juga insentif untuk kami (anggota PPKB),” ujarnya dihadapan para anggota dewan.

Sementara, Ketua DPRD Balangan H Abdul Hadi dalam menanggapi hearing para tokoh PPKB tersebut menyatakan, pihaknya siap membantu dan memperjuangkan usulan dari PPKB terkait insintif atau tali asih tersebut.
“Kami akan coba usulkan untuk dibuat Raperda terkait tali asih PPKB ini, bahkan kami juga beharap PPKB terlibat langsungg dalam penyusunan Raperda inisiatif  tersebut,” ucapnya.

Terkait dana hibah untuk PPKB, tambah Abdul Hadi, sepengetahunnya PPKB Balangan mendapat dana hibah pada 2017 lalu sebesar Rp 3 miliar. Namun penggunaannya hanya terpakai Rp 1,5 miliar dan rencananya akan digunakan lagi sebesar Rp 1,5 miliar di tahun ini.
Disebutkan Ketua DPRD, sesuai peraturan dana hibah itu harus digunakan keseluruhan pada tahun itu juga. Jika tidak habis, maka akan dikembalikan ke kas daerah.

“Semua dana hibah harus dipergunakan yang didampingi dengan laporan pemakaiannya. Jika tersisa pastinya harus dikembalikan ke kas daerah,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Bapemperda DPRD Balangan Syahbuddin jmenyampaikan siap membantu PPKB untuk memperjuangkan pemberian tali asih tersebut.

“Kami selalu siap membantu, baik tenaga atau pun pikiran untuk perjuangan anggota PPKB ini, karena kami nilai jasa mereka patut untuk dihargai,” imbuhnya. (rel/jun)

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua