• Hari ini : Selasa, 24 April 2018

Drum Plastik Pengolahan Tuak Berisi Bangkai Cecak

DISITA – Kapolrres Tapin AKBP Bagus Suseno SIK beserta jajarannya saat memperlihatkan barang bukti berupa aratusan botol miras dan dua drum tuak oplosan. (Kp/Basri)

Rantau, KP – Jajaran Polres Tapin berhasil menyita ratusan botol minuman keras (Miras) berbagai merk dan dua drum tuak. Namun, yang mengagetkan dalam drum tempat pembuatan tuak itu ternyata ditemukan bangkai cecak.

Keberhasilan Polres Tapin mengungkap kasus ratusan botol miras dan dua drum tuak ini terungkap saat konferensi pers di Mapolres Tapin Jum’at (13/4) lalu.

Menurut Kapolres Tapin AKBP Bagus Suseno SIK kasus ini terbongkar Kamis (12/4) pekan lalu, yang berawal tertangkapnya seorang pemabuk dan setelah ditelusuri lebih mendalam oleh petugas ternyata miras yang dikonsumsinya tersebut berasal dari seseorang yang berinisial CLT (57), yang beralamat di Trantang kelurahan Rangda Malingkung kabupaten Tapin.

Setelah ditelusuri lebih mendalam aparat kepolisian berhasil menyita ratusan botol miras yang jumlahnya sebanyak 620 botol miras dengan delapan merk yaitu anggur merah, anggur putih, Mension, Bir Bintang, Topi Miring, New Port, Malaga dan iceland Vodca serta dua drum tuak yang sedang dalam proses fermentasi.

“Miras tersebut sebagian disimpannya di dalam rumah dan sebagiannya lagi disimpanya di belakang rumah agak jauh dengan tanah rawa, begitu pula dua drum tuak tersebut,” ungkapnya.

Kapolres Tapin sangat heran, masih ada masyarakat yang mengkonsumi tuak. Sebab, tong atau drum tempat pengolahan tuak ditemukan bangkai cecak.

Apalagi, cara pembuatan tuak yang di berada dalam drum atau tong plastik berbau sangat menyengat dan berbahan baku antara lain dari cairan sadapan aren yang difermentasikan dalam waktu lama dan dicampur dengan kelopak kayu yang berasal dari hutan dan bahan-bahan lainnya.

“Tersangka akan kita jerat dengan Undang-Undang KUHP, mengingat Peraturan Daerah (Perda) kita masih dalam proses revisi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap semua pihak termasuk tokoh masyarakat, ulama dan media, apabila mengetatui bahkan ada informasi pembuatan tuak atau pengedar miras di masyarakat agar bisa melaporkan kepada dirinya atau ke Polres Tapin.

“Saya menghimbau kalau ada di masyarakat yang menjual miras maupun tuak, apalagi sampai meresahkan agar dapat melaporkan kepada saya atau Polres Tapin,” pungkasnya.

Konferensi Pers yang dilakukan jajaran Polres Tapin ini selain Kapolres AKBP Bagus Suseno SIK yang hadir juga turut mendapingi Waka Polres Tapin Kompol Dedy, Kabag Ops Polres Tapin Kompol Hadi dan sejumlah Kasat dilingkungan Polres Tapin.(ari/K-4)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua