• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Duel Berdarah, Ilyas Tewas di Tangan Adik Ipar

DUEL BERDARAH – Jasad M Ilyas ditutupi daun pusang usai ditemukan tewas bersimbah darah dengan memegang sebilah mandau, usai disabet pelaku Boneng, adik iparnya dengan celurit. (Kp/Andui)

BANJARMASIN, KP – Duel berdarah berujung satu orang tewas terjadi kawasan Jalan Nagasari Banjarmasin Tengah, Senin malam (17/9), sekitar pukul 20.00 WITA.

Korban bernama M Ilyas (40), warga Jalan Cempaka Besar atau Kaca Piring IV Banjarmasin Tengah. Ia tewas di tangan adik iparnya bernama Fazri alias Boneng (43), warga Jalan RE Martadinata Komplek Anamas RT 23 Banjarmasin Barat.

M Ilyas ditemukan tewas bersimbah dengan posisi tertelungkup sambil memegangi Mandau. Di tubuhnya terdapat luka di bagian badan, akibat sabetan celurit dari pelaku.

Usai kejadian, pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolresta Banjarmasin.

Belakangan diketahui, insiden tersebut dipicu benda pusaka warisan.

Dimana peristiwa ini berawal dari bertemunya korban dengan pelaku di kawasan Jalan Nagasari Gang Guntur Banjarmasin Tengah, disana mereka sempat saling cecok mulut soal benda pusaka yang diduga dijual oleh korban, lalu terjadilah perkelahian tersebut.

Seketika itu pula, korban langsung menebas pelaku dengan Mandau yang dibawanya. Akan tetapi, pelaku yang masih di atas kendaraan sempat menangkis menggunakan tangan sebelah kiri, lalu membalas dengan mengayunkan celurit ke arah korban.

Sajam jenis Celurit yang dipersiapkan pelaku terlebih dulu dipinggangnya itu telak mengenai tubuh korban.

Merasa terluka korban langsung lari ke Jalan Nagasari Gang Warga Banjarmasin Tengah. Namun, pelaku tetap mengejar dan kembali menebas sajamnya ke arah korban.

Korban pun terlungkup dan tak berdaya lagi, sehingga pelaku langsung meninggalkan Tempat Kejadian Pekara (TKP).

Warga pun yang baru keluar dari rumah langsung terkejut melihat ada mayat di TKP, di sana sempat memukul lonceng seperti ada kebakaran, anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) langsung berdatangan dikira ada api ternyata mayat yang sudah bersimbah darah.

Tak lama menerima laporan anggota Polsekta Banjarmasin Tengah, langsung menuju ke TKP di sana anggota yang langsung dipimpin oleh Kaposlekta Banjarmasin Tengah, AKP Sigit Prihantono didampingi Kanit Reskrim, Ipda Arya Wijaya, melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, untuk mengetahui pasti kejadian ini.

Sementara anggota Emergercy bersama kepolisian langsung membawa korban ke kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ULin Banjarmasin, guna dilakukan visum.

Kaposlekta Banjarmasin Tengah, AKP Sigit Prihantono SIk, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut dan pelaku sudah menyerahkan diri ke Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Banjarmasin, bersama barang buktinya.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Paparihi SIK, saat ditanya membenarkan bahwa pelaku sudah diamankan, karena pelaku menyerahkan diri dengan mendatangi Mapolresta. “Sekarang pelaku masih menjalani pemeriksa guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, sementara motifnya korban mengambil barang pusaka milik pelaku,” katanya. (fik/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua