• Hari ini : Minggu, 27 Mei 2018
  • 28 C

DutaMall Diberi Waktu Empat Hari Rapikan Tumpukan Tanah

Inilah kondisi samping Duta Mall yang sudah mulai bersih dan rata.

BANJARMASIN, KP – Sikap tegas Pemko Banjarmasin terhadap Duta Mall tak main-main. Setelah melayangkan surat peringatan pada PT Govindo Utama yang ditanda tangani Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Pemko juga akan memberikan waktu empat hari supaya pertokoan terbesar di Banjarmasin memperhatikan lingkungan di sekelilingnya.

Bahkan Wakil Walikota H Hermansyah mengancam akan menjadikan lahan publik samping Duta Mall jika memang himbauannya untuk meratakan tanah belum dilakukan.

“Kami ingin setelah seng dicabut tumpukan tanah yang menggunung supaya diratakan. Karena kalau tidak, Jumat, ASN Pemko akan ratakan tanah,’’ucap Wawali H Hermansyah kepada wartawan, di Banjarmasin, Senin (12/2).

Karena itulah, diharapkan pihak pengelola Duta Mall serius dan segera meratakan tumpukan tanah milik Pemko Banjarmasin. Dan diberikan waktu paling lama empat hari supaya benar-benar memperhatikan lingkungan dan pemanfaatkan lahan milik Pemko Banjarmasin.

Upaya Pemko Banjarmasin dalam memanfaatkan lahan publik tak main-main. Bahkan pihak pengelola Duta Mall Banjarmasin diberikan waktu empat hari sampai Kamis supaya membersihan tumpukan tanah diratakan untuk taman.

Karena tumpukan lahan bekas SDN Melayu 2 yang telah diuruk pengelola Duta Mall, “Kami minta pengelola Duta Mall memperbaiki lahan bekas SDN Melayu 2 yang berada berdekatan dengan pusat perbelanjaan modern itu,’’ ujar Hermansyah.

Bahkan politisi PDIP Kalsel ini mengungkapkan, tanah milik Pemko Banjarmasin itu juga telah lama dipagari, ketika ada pembangunan Gedung Parkir Duta Mall, karena lahan itu dijadikan areal penumpukan bahan material.

Sebelummya, pada Kamis (11/1), Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah geram, ketika lahan bekas SDN Melayu 2 itu dijadikan areal penumpukan barang material pembangunan gedung parkir dan Pusat Perbelanjaan II Duta Mall di Jalan Simpang Ulin.

Lahan seluas 1.124 meter per segi sempat dipagar pengelola Duta Mall, hingga membuat Wakil Walikota Hermansyah protes. Dia pun sempat mengancam pengelola Duta Mall jika masih memagari lahan akan dibongkar paksa.

Sebelumnya, pihak pengelola Duta Mall mengajukan izin, namun ditolak Pemko Banjarmasin. Rencananya, di atas lahan itu akan dibangun pusat kuliner serta kantor Kelurahan Melayu pada 2018 ini.

Hal ini mengacu karena lahan telah dilengkapi bukti kepemilikan Pemko Banjarmasin, termasuk surat hak pakai bernomor 232 Tahun 2002.

“Lahan ini sudah dipagari sejak 2015, dan berarti sudah hampir tiga tahun. Sebab, lahan ini merupakan hak pemerintah kota untuk dimanfaatkan sebagai pusat kuliner dan kantor kelurahan,’’ tandas Hermansyah. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua