Ehh, Ada Perwira Lagi Bersama Bintara Diduga Pesta Shabu

ditulis pada 13 Oktober 2017

Foto Ilustrasi. (google)

Banjarmasin, KP – Akibat narkoba melupakan segalanya, termasuk karir dan seragam yang dikenakan.

Belum tuntas kasus Iptu Mahmuda, eeh, ada lagi seorang Perwira dan tiga Bintara dari Polres Barito Kuala (Batola) yang diamankan, Rabu (11/10).

Dari informasi ke empat oknum polisi itu, dibawa ke Polda Kalsel. Semuanya diamankan di sebuah rumah di Kecamatan Alalak, Batola.“Memang ada dan sepetinya sudah ditangani Bid Propam,’’ ujar seorang anggota, Kamis (12/10).

Ada dugaan mereka terlibat dalam pesta shabu karena di rumah itu ditemukan peralatan.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes M Firman, ketika dicegat wartawan tak membantah namun mengatakan kasus ini masih dalam pemeriksaan.

“Nanti sajalah, namun apapapun itu tetap diproses. Sesuai perintah pimpinan tindak tegas oknum terlibat,’’ ujarnya tanpa mau menyebutkan siapa saja oknum itu sambil naik tangga menuju rungannya dan tak lama keluar lagi berangkat pakai mobil.

Informasi lain diperoleh, empat oknum itu dari Satlantas Polres Batola. Saat itu sekitar pukul 10.30 WITA di sebuah rumah di Blok G RT 21 Komplek Indah Satu, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola. Empat oknum itu berinisial MB, UJ, SP, dan RT.

Dari keterangan empat oknum itu, anggota Dit Resnarkoba kemudian meringkus dua pengedar bernama Andre dan Arbain. Polisi meringkus Andre di Komplek Lili Permata Indah, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Adapun Arbain ditangkap di RT 28 Jalan Gerilya, Kelurahan Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.

Sedang untuk perkembangan Iptu Mahmuda, oknum perwira yang diamankan kasus dugaan mengkoordinir obat terlarang, telah ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya.

Untuk lainnya masih dalam pemeriksan intesif.“Dalam peredaran, sepertinya obat itu di bawah penguasaannya (si oknum itu,red) atau yang mengkoordinir. Sudah kita tahan, tak main-main dalam soal ini,’’ kata Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana melalui Wakapolda, Kombes Pol Nasri, sebelumnya.

Kasus itu terungkap setelah sebuah tenpat penyimpanan obat terlarang di kawasan Jalan A Yani Km 5,5 Banjarmasin Selatan, digerebek oleh anggota Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Minggu dinihari lalu (8/10), sekitar pukul 02.30 WITA.
Barang bukti mencapai 7,3 juta butir dengan nilai taksiran Rp10,6 miliar. (K-4)

 

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.