Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Ekonomi Pengembang Gembira Suku Bunga Turun

Pengembang Gembira Suku Bunga Turun

E-mail Cetak PDF

BANJARMASIN, KP - Turunnya suku bunga komersial disambut positif dunia usaha proferty yang dilakukan perbankkan plat merah Bank Tabungan Negara (BTN) serta masih dipertahannkannya BI Rate dilevel 6,5 persen oleh Gubernur Bank Indonesia.
``Alhamdulillah dunia usaha proverty atau perumahan menengah keatas diprediksi akan terus membaik tahun 2010 dengan mulai turunnya suku bunga komersial yang dilakukan BTN Banjarmasi mulai per 1 Maret 2010,'' ucap Junaid Hamdi, kepada wartawan.

Menurut Direktur Utama Perumahan Benawa Raya Cluster Banjarbaru Junaid Hamdi, turunnya suku bungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dilakukan BTN serta tetap dipertahankannya BI Rate oleh Gubernur BI, tentunya sangat menggembirakan serta sangat membantu kalangan dunia usaha proverty.

Penurunan suku bunga KPR komersial sebesar 0,5 persen diharapkan akan terjadi kembali dalam tahun 2010 ini, selain cukup meringankan angsuran kredit nasabah setiap bulannya, baik pembelian dengan cara kredit maupun kontan.

``Terus terang, perumahan kelas menengah keatas sempat mengalami kelesuan penjualan, namun dengan turunnya suku bunga diyakini penjualan akan membaik, karena kendala pembelian utama nasabah selama ini masalah suku bunga,'' pungkas pegembang senior Banjarbaru ini.

Branch Manager Citra Land Banjarmasin, Pieter Simpony mengatakan, turunnya suku bunga perbankkan jelas sangat membantu nasabah serta pengembang yang melakukan ekspansi di kota ini.

``Kita berharap turunnya suku bunga ini bisa diikuti perbankkan lainnya sepanjang tahun 2010 ini,'' harapnya.

Owners PT Pesona Modern Jalan Kertak Hanyar menjelaskan, hingga saat ini penjualan perumahan kelas menengah keatas masih mati suri, karena nasabah lebih banyak bertahan membeli rumah dengan kondisi prekonomian banua yang belum stabil.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kalsel H Anwar Hadimi kepada wartawan, sangat mendukung penurunan suku bunga perbankkan awal tahun ini, sebab daya beli rumah dikelas menengah keatas masih belum stabil.

``Insya Allah, dengan turunnya suku bungan ini, penjualan akan kembali membaik seiring dengan turunnya suku bungan serta dipertahankannya BI Rate dilevel 6,5 persen, dan berharap keduanya kembali turun,'' imbuhnya.

``Diharapkan dengan turunnya suku bunga komersial ini kredit kepemilikan rumah menengah akan terus terdongkrak naik hingga akhir 2010 nanti, secara otomatis angsuran mengecil karena suku bunga komersial BTN kemungkinan akan kembali turun,'' kata Kepala Cabang BTN Banjarmasin, M Thambrin melalui Dudung Manager Pemasaran kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Thambrin, sampai Desember 2009 total realisasi kredit KPR Komersial atau  BTN Banjarmasin yang sudah terserap nasabah sebesar Rp986,78 miliar, sedangkan penyaluran kredit lainnya hanya sebesar Rp59 miliar.

Lebih lanjut diungkapkan Dudung, kredit KPR komersial dengan flapon serta bunganya, untuk kredit sebesar Rp75 juta dikenakan bungan 12,5 persen, Rp75 juta hingga Rp150 juta dikenakan bungan 12 persen.

Sedangkan pinjaman kredit Rp150 juta sampai Rp350 juta dikenakan bunga sebesar 11,5 persen, pinjaman krediti diatas Rp350 juta bungan pinjaman 10,5 persen.

Dijelaskan, untuk kredit sektor kontruksi atau Jasa Griya dengan suku bunga 12,5 persen, modal kerja kontruksi sebesar 12,75 persen, kredit investasi sebesar 13,25 persen, dan rata-rata suku bunga KPR BTN turun 1,5 persen dibanding sebelumnya.(hif/K-7)