Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Ekonomi Indonesia Perlu Pertimbangkan Penggunaan Dinar

Indonesia Perlu Pertimbangkan Penggunaan Dinar

E-mail Cetak PDF

JAKARTA, KP - Indonesia perlu mempertimbangkan penggunaan emas atau dinar untuk menggantikan penggunaan uang kertas sebagai alat tukar guna mempertahankan kestabilan moneter.
Menurut Muhaimin Iqbal dari Gerai Dinar, dalam Seminar Internasional Ekonomi Syariah, di Jakarta, Sabtu (3/4), rata-rata penduduk dunia menurun tingkat kemakmurannya karena penurunan daya beli uang kertas.

``Yang bisa mengendalikan inflasi ini adalah pemerintah khususnya otoritas moneter. Tetapi ada yang bisa dilakukan untuk "melawan"` inflasi yang dengan meminimalkan penggunaan uang yang menjadi penyebab inflasi,’’ katanya saat menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslimin (Hizbullah).

Ia menjelaskan, jika tidak ingin menjadi korban inflasi maka jangan menaruh kekayaan yang kegunaannya bersifat jangka panjang dalam bentuk uang. Jika mayoritas kekayaan tersimpan dalam bentuk uang seperti rupiah atau dolar, maka daya beli kekayaan akan terus menurun.

``Bila dalam lima tahun terakhir saja harga beras internasional rata-rata naik dua kali, maka daya beli uang terhadap beras menurun,’’ katanya dalam seminar yang mengusung tema "Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tengah Krisi Ekonomi Global".

Lebih lanjut ia mencontohkan, daya beli emas untuk rupiah misalnya hanya tinggal sekitar 20 persen selama 10 tahun terakhir. Jika diawal tahun 2000 emas seberat satu gram dibeli dengan harga Rp66 ribu, maka kini dengan uang yang sama hanya menghasilkan 0,2 gram emas saja.

Muhaimin menuturkan kondisi serupa juga dialami untuk mata uang lain seperti dolar, yen, euro, dan poundsterling.

Untuk itu, ia merekomendasikan penggunaan dinar sebagai pengganti uang, karena dinar adalah benda riil yang tidak rusak dan memiliki daya beli relatif stabil sepanjang tahun.

Sementara itu, Seminar Internasional Ekonomi Syariah diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan yakni akademisi dan praktisi di bidang Lembaga Ekonomi Syariah, Lembaga Dakwah dan Pendidikan, dan Majelis Ta`lim.

Seminar tersebut diselenggarakan untuk menyamakan persepsi masyarakat bahwa ekonomi syariah adalah konsep terbaik untuk keluar dari krisis ekonomi global. (ant/K-7)