Empat Pilar Kebangsaan Cegah Paham PKI dengan Baju Barunya

ditulis pada 25 September 2017

Anggota DPD RI Kalsel terus rajin turun kelapangan hingga kepelosok desa dan perkotaan untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan serta menangkal paham PKI dengan baju barunya, radikalisme dan terorisme sejak dini.

Banjarmasin, KP – Anggota DPD RI Kalsel Habib Abdrurrahman Bahasym SE atau Habib Banua rajin turun ke banua saat waktu reses dengan melakukan jemput bola hingga berkunjung ke akar rumput, guna mensosialiasikan empat pilar kebangsaan mencegah paham radikalisme, PKI dan terorisme.

Karena ini memasuki masa reses ia pulang ke banua untuk melakukan sosialisasi empat pilar sejak dini kepada orang banua, terutama para generasi muda banua penerus bangsa baik dari kalangan santri hingga mahasiswa serta warga kawasan Banjar Indah Permai Banjarmasin Timur dan warga KS Tubun Banjarmasin Selatan di kediaman Hendra Jalan Ramin I, Sabtu 23/9).

“Kami datang ke Kota Seribu Sungai ini diamanahkan UU untuk menyampaikan arti pentingnya empat pilar kebangsaan untuk memahamkan dan mensosialisasikan kepada mereka terkait empat pilar kebangsaan yakni pancasila hingga UUD 45, hingga ancaman paham radikalisme dan isu kebangkitan PKI yang kembali marak dengan baju barunya, merupakan sejarah kelam bangsa yang harus mereka pahami dan ketahui meskipun mereka jauh dari ibu kota,” jelas Habib.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara UUD RI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR dimana NKRI sebagai bentuk negara dimana bhinneka tunggal ika sebagai semboyan negara RI, lanjut Habib dihadapan warga perkotaan ini.

Empat pilar kebangsaan ini perlu diketahui para orang dewasa, yang tua, anak-anak generasi muda khususnya para santri dan mahasiswa karena kondisi era global sekarang jangan sampai anak-anak kita justru memahami paham luar negeri, yang tentu dampaknya kurang baik untuk tumbuh kembang generasi muda.

“Empat pilar kebangsaan ini bagi kami adalah harga mati titik,’’ tandas Habib Banua.

“Kita mengharapkan empat pilar kebangsaan ini sudah dapat ditanamkan para orang tua kepada generasi muda dikeluarganya agar tidak terjerumus dipergaulan bebas, pemakain obat-obatan hingga paham radikalisme dan ajaran PKI memasuki era gelobalisasi ini, karena kita ketahui empat pilar kebangsaan sudah mulai pudar dibenak mereka para generasi muda,’’ ingat Habib.

Pihaknya juga tidak ingin generasi muda banua terkontaminasi paham-paham radikal, PKI yang membawa nama dan bertopeng agama Islam namun tujuan akhirnya menyesatkan umat, karena generasi muda ini paling cepat untuk bisa dipengaruhi. Untuk itu empat pilar kebangsaan ini pilar utama yang harus mereka pahami dan mengerti dan ini kewajiban Habib sebagai anggota DPD RI untuk menyampaikannya di 13 kabupaten dan kota setiap kali reses ke Bumi Antasari.

“Alhamdulillah dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan pagi ini dihadapan para generasi muda dan orang tua yang hadir ternyata banyak pertanyaan bagus dan kritis yang keluar dari mereka, dan pertanyaan kritis seperti ini Habib suka karena generasi muda itu harus bersikap kritis dengan kondisi banua dan bangsa saat ini dengan semakin maraknya radikalisme hingga pemakaian obat berbahaya bagi kesehatan,’’ sebutnya.

Dengan sosialisasi hingga diskusi terbuka ini kita akan lebih bersinergi lagi dengan warga, mahasiswa, santri serta LSM yang ada dibanua ini terkait apa saja keluhan dari mereka hingga memberikan solusi dan pemecahan serta akan disampaikan kepusat kondiisi yang terjadi. (hif/K-5)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.