• Hari ini : Rabu, 19 September 2018

Eny Ikut Menyuntik Imunisasi Difteri

Banjarbaru, KP – Wakil Ketua TP PKK Banjarbaru Eny Apriyati yang juga seorang petugas kesehatan, ikut dalam pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) penyuntikan imunisasi difteri putaran ke2, di SMK Negeri 1 Banjarbaru, Rabu (11/4).

Sekitar 800 siswa mendapat penyuntikan Difteri/ORI pada putaran kedua ini oleh petugas Puskesmas Banjarbaru Selatan. Ini salah satu program Dinas Kesehatan yang dilaksanakan petugas RSUD dan puskesmas.

Eny Apriyati mengatakan, para guru dan orang tua diminta ikut menumbuhkan kesadaran bahwa mencegah difteri itu lebih mudah daripada mengobatinya. Difteri sendiri salah satu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa, khususnya anak-anak.

“Sebenarnya difteri ini terbilang cukup langka, jumlah penderitanya di dunia terus menurun dari tahun ke tahun seiring kian meratanya pemberian vaksin,’’ tandasnya.

Dijelaskannya, masuknya bakteri difteri ke dalam tubuh berlangsung selama dua hingga lima hari. Dengan gejala awal, seperti demam, nafsu makan menurun, lesu, nyeri di tenggorokan, kelenjar dari hidung berwarna kuning kehijauan dan bisa disertai darah.

“Lama kelamaan bakteri ini menyebabkan tertutupnya saluran napas, kerusakan otot jantung (miokarditis), kerusakan saraf (polineuropati), kehilangan kemampuan bergerak (lumpuh) dan Infeksi pary (gagal napas atau pneumonia),’’ kata istri Wakil Walikota Darmawan Jaya ini.

Eny pun menyarankan kepada orang tua agar segera memberi imunisasi kepada anak-anaknya. Namun jika ada yang sudah tertular, harus segera ditangani tenaga medis, baik di puskesmas atau rumah sakit. (wan/K-5)

 

 

 

 

 

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua