• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

FASI Ciptakan Generasi Berpondasi Agama

SAMBUTAN – Bupati Batola H Hasanuddin Murad, menyampaikan sambutannya pada Pembukaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) X Tingkat Kabupaten Batola Tahun 2016, di Kantor Pemkab Batola, Minggu (27/11). (KP/dok)
SAMBUTAN – Bupati Batola H Hasanuddin Murad, menyampaikan sambutannya pada Pembukaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) X Tingkat Kabupaten Batola Tahun 2016, di Kantor Pemkab Batola, Minggu (27/11). (KP/dok)

Marabahan, KP – Kegiatan FASI juga salah satu sarana membangun dan menciptakan generasi penerus berkualitas, yang tidak saja pintar dan cerdas, tapi juga memiliki pondasi agama Islam yang kuat. Demikian diutarakan Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad, pada Pembukaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) X Tingkat Kabupaten Batola Tahun 2016, di halaman Aula Selidah Kantor Bupati Batola, Minggu (27/11).

“Diawali dengan melatih dan membiasakan membaca dan menulis Al-Quran sejak dini, kemudian secara bertahap dan berjenjang diberikan bekal ilmu pengetahuan dan pemahaman ajaran agama yang baik dan benar, maka generasi kita nantinya akan memiliki keimanan yang kuat dan pengetahuan agama yang handal,’’ katanya. Bupati berharap, melalui FASI semua ilmu pengetahuan dan pemahaman agama yang benar dapat tertanam dan tumbuh dalam diri anak-anak.

Sehingga, pada akhirnya mampu menjadi benteng keimanan yang kokoh dan dapat menghindarkan dari pengaruh pergaulan negatif serta kenakalan remaja akibat pergaulan bebas serta narkoba. Melalui FASi, Hasan juga berharap, sekaligus mengingatkan para orangtua agar senantiasa memberikan pengawasan dan bimbingan maupun pengarahan secara baik kepada anak-anak dengan penuh kasih sayang.

“Mari kita pupuk dan bangun semangat peduli pada hal-hal positif sejak dini, agar tumbuh menjadi generasi berkarakter, beriman dan bertaqwa serta memiliki keunggulan dan daya saing tinggi serta bersemangat,’’ kata Hasan, seraya menambahkan, agar membawa perubahan ke arah yang lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, daerah, bangsa dan negara. Mantan anggota DPR RI tersebut menambahkan, menciptakan generasi yang unggul dan baik tersebut, merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah kabupaten dalam hal ini lembaga pendidikan atau sekolah formil maupun non formil, serta para orangtua dan anak untuk saling memberi kepercayaan dan dukungan baik moril maupun materiil dalam upaya mewujudkan segala impian dan harapan.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhyiddin SAg melaporkan, FASI X Tingkat Batola ini diikuti 242 santri yang berasal dari 17 kecamatan se-Batola dengan 19 cabang yang dilombakan. Untuk tingkat TKA dengan usia maksimal 7 tahun cabang yang dilombakan putra dan putri terdiri tartil Al-Qur’an, azan dan iqamat, nasyid islami, peragaan shalat, cerdas cermat Al-Qur’an, mewarnai gambar, dan ceramah. Tingkat TPA usia maksimal 12 tahun, dengan cabang yang dilombakan tartil Al-Qur’an, azan dan iqamat, nasyid islami, cerdas cermat Al-Qur’an, menggambar, dan ceramah. Tingkat TQA usia maksimal 15 tahun cabang yang dilombakan tilawah Al-Qur’an, tahfiz juz amma, terjemah lafzhiyah, kisah islami, kaligrafi, dan ceramah. Sementara itu, Ketua BKPRMI Provinsi Kalsel, Drs H Hermansyah MM mengaku, bangga dengan BKPRMI Batola yang dinilai memiliki semangat luar biasa sehingga mampu menyelenggarakan FASI X pertama kalinya di Kalsel.

Hermansyah juga mengatakan, pada FASI tingkat nasional di Bandung peserta dari Batola dinilai cukup memberi torehan prestasi, sehingga mampu menunjang Kalsel dalam meraih juara umum. Untuk itu, pada pelaksanaan FASI X tingkat Batola ini, Hermansyah menekankan, hendaknya benar-benar dilaksanakan secara selektif agar santri yang dihasilkan, kembali mampu mensupport Kalsel meraih juara umum. Lebih-lebih, pada FASI 2017 nanti Kalsel mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah. (adv/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua