• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Frustasi Vonis, Napi Kasus Narkoba Gantung Diri

10-- 4 klm 5,5 cm bapi

Palangka Raya, KP – Seorang narapidana kasus narkotika Salamat alias Memet (22), ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (21/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Napi itu akan bebas pada 2020, tercatat masuk dalam penjara pada 18 Maret 2015.

Dia divonis lima tahun penjara dan dinyatakan baru bisa bebas pada 18 Maret 2020.

Hukuman itu diterima  warga Jalan Bangaris V, RT 001, RW 003, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, setelah dijerat dengan Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Salamat gantung diri menggunakan seulas tali jemuran yang diikatkan di ventilasi atau angin-angin kamar mandi, Blok C kamar 3 setelah ada napi lain yang melihat.

Sebelumnya, Salamat berucap ingin buang air kecil. Namun karena terlalu lama, napi lainnya melakukan pengecekan. Begitu melihat Salamat gantung diri, napi lain itu langsung berteriak.

Empat petugas dari regu pengamanan II, Dedi, Heru, Ferry dan Eko pun terperanjak kaget. Setelah mendatangi TKP dan memastikan benar, petugas itu lalu menghubungi kepala pengamanan dan dilanjutkan ke Kepala Rutan Kelas II A Palangka Raya Tunggul Buwono.

Selanjutnya, pihak Rutan menghubungi aparat Polres Palangka Raya. Sekitar 20 menit kemudian, polisi datang yang kemudian dilanjutkan dengan olah TKP.

Sekitar pukul 23.00 WIB, polisi bersama petugas rutan membawa jenazah ke kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Kepala Rumah Tahanan Kelas II A Palangka Raya Tunggul Buwono menduga tewasnya narapidana kasus narkotika ini lantaran frustasi dengan vonis lima tahun penjara.

“Dugaan kami mungkin karena pidananya lima tahun penjara,’’ kata Tunggul kepada awak media.
Dugaan tersebut muncul lantaran dari sisi latar belakang keluarga, Memet baik-baik saja. Bahkan tiga napi rekan sekamar juga tidak pernah melihat korban termenung sedih. (net/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua