• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Gadis Cantik Ditikam Akhirnya Meninggal

DUKA MENDALAM – Duka mendalam bagi keluarga dan rekan korban Rika Yulianti (21), yang menjadi korban ditikam saat di Jalan Pemantang Panjang Km 4,5 Gambut Kabupaten Banjar, Senin malam (19/9), sekitar pukul 20.30 WITA (lokasi ditunjuk warga). Korban menghembuskan nafas terakhir di RSUD Ulin, Selasa dinihari (20/9), sekitar pukul 02.15 WITA, tak lama dilakukan operasi. (KP/Andui)
DUKA MENDALAM – Duka mendalam bagi keluarga dan rekan korban Rika Yulianti (21), yang menjadi korban ditikam saat di Jalan Pemantang Panjang Km 4,5 Gambut Kabupaten Banjar, Senin malam (19/9), sekitar pukul 20.30 WITA (lokasi ditunjuk warga). Korban menghembuskan nafas terakhir di RSUD Ulin, Selasa dinihari (20/9), sekitar pukul 02.15 WITA, tak lama dilakukan operasi. (KP/Andui)

MARTAPURA, KP – Usaha para dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk menyelamatkan  Gadis cantik, Rika Yulianti (21), yang ditikam dan ususnya terburai, akhirnya tak kuasa. Korban meninga; dunia, Selasa dinihari (20/9), sekitar pukul 02.15 WITA, tak lama dilakukan operasi.

Korban warga Jalan Pematang Panjang Km 5 Gambut Kabupatean Banjar, saat keluar rumah pamit ke warung, sepulangnya diikuti pelaku dan menikamnya.

Atas semua itu, pihak kepolisian dari Polres Banjar terus memburu pelaku. Sedangkan motifnya ada berbagai dugaan.

Apakah korban memang korban jambret dengan dasar Hp korban yang hilang atau memang sudah kenal dengan pelaku, dan ada hubungan khusus sebelumnya.

“Semua masih kita selidiki, dan berbagai dugaan itu bisa saja. Tapi yang jelas kita masih melacak dan memburu pelaku,’’ kata Kapolres Banjar, AKBP Kukuh P, disela serah terima sejumlah pejabat di Mapolda Kalsel (20/9).
Disisi lain, dengan kejadian itu, membuat duka mendalam bagi keluarga dan teman korban yang mendengar meninggalnya korban penusukan disertai dengan perampasan [{Handphone}] [Hp] yang dilakukan pelaku.
Diketahui, korban adalah anak ketiga dari 6 bersaudara dengan ayahnya bernama Suriadi.

Dari pantauan KP di lapangan, terlihat teman-teman korban dan para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah teman dari adik korban, menyambut kedatangan jasad korban di rumahnya.
Bahkan, tak lama kemudian diduga salah satu mantan kekasih korban juga ada di rumah duka.

Tiga buah Motor
Selain itu, sejumlah  anggota dari Resmob Polda Kalsel, anggota Tim Khusus (Timsus) dari Satuan Reskrim Polres Banjar, dan anggota Buru Sergab (Boser) Polsek Gambut, turut berdatangan ke rumah duka untuk memeriksa beberapa saksi yang mengetahui kehidupan korban selama ini.

Dari keterangan salah satu saksi, Ny Nia, memang peristiwa terjadi di depan rumahnya, yang waktu itu dirinya sedang berada di dalam.
“Memang saat itu terdengar ada orang berhenti menggunakan sepeda motor sebanyak tiga buah,’’ ujarnya .

Tak lama kemudian terdengar suara ada orang yang berteriak `jangan…jangan… jangan’ lalu suara tersebut langsung berubah menjadi `tolong….tolong…tolong’.`

`Mendengar teriakan tolong itulah saya langsung keluar dan para pelaku menggunakan dua buah sepeda motor langsung kabur meninggalkan korban,’’ ujarnya lagi

Ketika korban hendak bangun dan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul dengan Nomor POlisi DA 6670 OQ, langsung ambruk dari sepeda motornya.

Korban katanya langsung dibawa oleh warga ke Unit Gawat Darurat (UGD) Gambut, dan polisi sekitar 35 menit setelah kejadian baru datang.
Informasi para warga lainnya korban sempat mampir ke Ponsel untuk membeli pulsa, dan saat itu hanya sendirian tanpa ditemani siapa-siapa.

Pelaku hanya mengambil Hp milik korban, padahal di dalam dompet korban ada barang beharga seperti emas berbentuk kalung.
Sedangkan orang tua korban, Suriadi, tak menyangka anak ketiganya ini meninggal secara tak wajar.

“Selama ini orangnya banyak pendiam dan sering membantu pekerjaaan orang tua, terutama ibunya. Saya memohon pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

Saya banyak-banyak berterima kasih kepada anggota emergency gabungan yang ada di Gambut maupun di Banjarmasin, telah membantu memabawanya ke rumah sakit, hingga membawanya kembali ke rumah,’’ ungkap Suriadi.

Dari berita sebelumnya, Senin malam (19/9), sekitar pukul 20.30 WITA, korban yang saat itu menggunakan sepeda motor sepulangnya langsung diserang.

Salah satu pelaku merampas Hp, dan korban melakukan perlawanan sambil berteriak.

Karena korban berteriak itulah pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam (sajam) dan menusukan ke perut korban.

Ironis, saat pelaku mencabut sajamnya, usus korban ikut keluar dan korban sempat menangkis hingga mengenai jari tangannya pula.

Sementara Kapolsek Gambut, AKP Sakun SH melalui Kanit Reskim, AIptu H Ruspandi, ketika dikonfirmasi mengatakan anggota gabungan masih menyelidiki kasusnya. (fik/K-4)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua