• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Gagal Panen Picu Harga Bawang Merah Melambung

GAGAL PANEN - Akibat gagal panen dibeberapa sentra penghasil dan pasokan yang mulai melambat harga bawang merah terus melambung ditingkat distributor sudah dijual sekitar Rp35 sampai Rp38 ribu per kilonya sedangkan eceran sudah diatas Rp40 ribu per kilonya. (KP/Hifni)
GAGAL PANEN – Akibat gagal panen dibeberapa sentra penghasil dan pasokan yang mulai melambat harga bawang merah terus melambung ditingkat distributor sudah dijual sekitar Rp35 sampai Rp38 ribu per kilonya sedangkan eceran sudah diatas Rp40 ribu per kilonya. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Pengakuan sejumlah distributor bawang di kawasan Pasar Lima naiknya harga bawang dalam sepekan ini menjelang lebaran Qurban karena dipicu sejumlah sentra penghasil bawang merah di Bima dan Brebes, Nganjuk dan Perobolinggo mengalami gagal panen.
Pantauan KP, Rabu (7/9) harga bawang ditingkat distributor besar dijual sekitar Rp35 ribu per kilo ukuran kecil dan Rp38 ribu untuk ukuran besar dan setiap hari harga ini selalu berfluktuasi sedangkan ditingkat eceran dijual Rp43 ribu per kilonya.

H Olfah distributor besar bawang merah dikawasan Pasar Lima kepada wartawan mengakui, harga bawang merah melonjak dalam sepekan ini.
Pasokan terus mulai berkurang serta harga yang dijual ditempat penghasil sudah terlalu tinggi di Brebes dan Bima serta Sumbawa dijual sekitar Rp30 sampai Rp31 ribu per kilonya karena bawang dibeberapa sentra penghasil mengalami gagal panen karena kondisi cuaca saat ini.
“ Beberapa distributor dipasar Lima ini hanya menghabiskan beberapa stok yang ada sedangkan ketika membeli harganya sudah naik lagi,” jelas Olfah.

Tingginya harga bawang nerah jelang lebaran ini berpengaruh besar pada penjualan harian yang mulai berkurang dari para pengecer baik yang datang dari Banua Lima dan Sampit Kalteng yang biasanya mengambil hingga 10 karung mulai mengurangi.
“ Ada penurunan omzet sekitar 25 persenan dengan kondisi pasokan melambat dan gagal panen sentra penghasil ini,” jelasnya.
H Maman salah satu distributor lainnya menambahkan, harga bawang merah saat ini ditentukan dengan kondisi musim yang terjadi disentra penghasil terlalu banyak curah hujan dan panas yang tinggi tidak bagus juga bagi petani bawang di kawasan Bima dan Sumbawa.

Harga bawang kemungkinan akan naik lagi jika pasokan terus melambat seperti ini karena bawang yang mulai panen hanya di Bima dan Sumbawa saja lagi sedangkan bawang asal Pulau Jawa sudah selesai melakukan panen raya.

Menurut Hj Isna penjual eceran bawang lapak Pasar Lama, menyebut kini harga bawang merah naik menjadi Rp43 ribu,- dan bawang putih asal tirai Bambu Cina dijual Rp32,500 per kilonya.

Naiknya harga komuditas dapur utama ini karena pasokan dari sentra penghasil dari Bima serta Pulau Jawa hanya sedikit karena petani disana gagal panen sehingga pasokan semakin sedikit.
“ Harga bawang naik berpengaruh besar pada penjualan karena ibu rumah tangga membeli mulai mengurangi,” katanya.

Jika pasokan dari Kota Brebes, Probolinggo, Nganjuk dan Bima terus berkurang dalam sepekan ini maka harga bawang merah dijamin akan meroket kembali seperti sebelumnya apalagi sebentar lagi lebaran tiba termasuk harga bawang putih yang juga ikut naik. (hif/K-7)  

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua