• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Gara-gara Hp, Pedagang Pentol Gantung Diri

Ilustrasi. (google)

KANDANGAN, KP – Gara-gara Hp (Handphone) baru dibeli dan jadi masalah atau pertengakaran dengan sang istri, akhirnya membuat Mastur (20) seharinya pedagang pentol ini bunuh diri dengan cara bergantung Kamis dinirhari, (3/8) sekitar pukul 00.30 WITA.

Korban ditemukan tergantung dengan seutas tali nilon di palang kayu atas rumahnya.

Mastur diketahui warga Dusun Samirang Desa Bakarung Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kapolres HSS, AKBP Rahmat melalui Kasat Reskrim, AKP Reza Bramantya saat dikonfirmasi membenarkan terjadi gantung diri hingga menewaskan korban di wilayah Polsek Angkinang ini, dan kasusnya sudah ditangani dengan dilakukan pemeriksan trhaap saksi serta visum.

Sedangkan menurut Rusty Mayasari (28) isteri kornban, ketika itu dirinyalah yang temukan sang suami tergantung dan sudah tak bernyawa.

Dari informasi dihimpun, sebelum kejadian korban pulang ke rumah sehabis dagang pentol pada Rabu, (2/8), sekitar pukul 23.00 WITA.

Selanjutnya, korban membangunkan isteri tercintanya, yang lelap tidur.
Setelah itu korban memberi tahu bahwa membeli Hp seharga Rp630.000.

Kemudian isteri korban mempermasalahkannya dengan memarahi suaminya dengan alasan uang itu dihemat jangan dibelikan Hp, karena dirinya sedang sakit dan belum berobat.

Setelah itu isteri korban tertidur dan tiba-tiba terbangun, lantas mencari suaminya tidak ada lagi di tempat tidur.

Ia kaget menemukan suaminya sudah dalam keadaan posisi gantung diri.

“Untuk sementara diketahui motif korban gantung diri karena masalah keluarga itu,’’ tambah Kasat Reskrim.(noi/K-4)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua