• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Gereja di Samarinda Dilempar Bom

Kondisi depan Gereja Oikumene Samarinda, Kaltim, usai terkena lemparan bom jenis Molotov, Minggu (13/11).
Kondisi depan Gereja Oikumene Samarinda, Kaltim, usai terkena lemparan bom jenis Molotov, Minggu (13/11).

Samarinda, KP – Sebuah gereja di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dilempar bom oleh orang tak dikenal, Minggu (13/11).

Empat motor dilaporkan terbakar dan sejumlah anak-anak menjadi korban. Dalam laporan kontributor tvOne, kejadian ini terjadi sekira pukul 10.00 waktu setempat, saat para jemaat sedang beribadat di dalam gereja bernama Oikumene itu.

Saat itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, muncul seorang pria mengendarai sepeda motor, lalu melempar sebuah bungkusan ke arah depan pintu gereja Oikumene.

Ledakan pun terjadi, empat motor yang sedang terparkir langsung terbakar. Tak cuma itu, tercatat ada empat anak-anak yang sedang bermain di depan Gereja Oikumene ikut terluka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit setempat.

“Jenis bom masih diiidentifikasi polisi,’’ demikian dilaporkan kontributor tvOne, Asri Sattar di lokasi.

Sejauh ini, diketahui seorang yang diduga pelaku sudah berhasil diamankan warga setempat pascaledakan.

Belum diketahui identitasnya. Kepolisian pun masih melakukan interogasi terhadap pelaku. Di linimassa twitter, kabar ledakan bom gereja ini langsung menuai reaksi netizen. Mayoritas mengecam aksi tak bertanggungjawab tersebut.

Tersangka Pelaku Bom

Dengan sigap, dalam tempo relatif singkat, polisi menangkap J (32) pelaku pelemparan bom diduga molotov di depan Gereja Oikumene, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, sekaligus menelusuri jaringan pelaku.

“Jaringannya belum tahu, masih dalam pemeriksaan di Polsek Samarinda Seberang,’’ ujar Kapolres Samarinda, Kombes Setyobudi Dwiputro kepada Detikcom, pada Minggu (13/11).

Setyobudi mengatakan, pelaku diketahui warga asal Bogor, Jawa Barat, dan menetap di Samarinda Seberang, selama satu tahun belakangan ini di sebuah masjid.

“Dia Marbot Masjid di Samarinda Seberang,’’ sebut  Setyobudi.

Setelah melempar bom yang diduga molotov ke bagian depan gereja tersebut, J sempat melarikan diri ke Sungai Mahakam. Namun aksinya tepergok warga sekitar, yang segera menangkap dan menyerahkannya ke Polsek Samarinda Seberang.

“Pelaku mengalami luka-luka,’’ Setyobudi menerangkan.

“Pelaku masih kita periksa di Polresta Samarinda,’’ kata Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, kepada Detikcom, Minggu (13/11).

Belum diketahui latar belakang J melempar bom diduga molotov berdaya ledak ringan, saat jemaat melaksanakan ibadah di Gereja Oikumene.

Akibat ulahnya, J melukai beberapa orang, empat di antaranya anak-anak di bawah usia lima tahun (Balita) yang berada di teras depan gereja tersebut.

Identitas balita korban ledakan Gereja Oikumene yang mengalami luka bakar dikonfirmasi oleh Setyobudi kepada Detikcom, yaitu:

1. Anita Christabel (2) beralamat di Kelurahan Harapan Baru.
2. Alfarou Sinaga (4), beralamat di Kelurahan Loa Janan.
3. Triniti Hutahaean (3) beralamat di Kelurahan Harapan Baru.
4. Intan Olivia Banjarnahor (3,5) beralamat di Kelurahan Harapan Baru.

Seluruh korban menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Muis Samarinda.

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua