• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

Gubernur Akui Korupsi Hambat Pembangunan Kalteng

Foto/ilustrasi : Awas korupsi.
Foto/ilustrasi : Awas korupsi.

PALANGKA RAYA, KP – Provinsi Kalimantan Tengah saat ini menghadapi 3 (tiga) hal yang menjadi penghambat pembangunan, ungkap Gubernur Sugianto Sabran, Jum’at (22/7), ketiga hal dimaksud yakni kemiskinan, korupsi dan narkoba.

Hal itu ia kemukakan dihadapan pers saat melepas kontingen Tim Porwanas Kalteng di Istana Isen Mulang,  untuk mengatasi hal itu Sugianto yang merupakan Gubernur termuda se Indonesia itu menyatakan ‘’perang’’ terhadap narkoba, korupsi dan kemiskinan.
Dikatakan, era kepemimpinanya bersama Wakil Gubernur Habis said Ismael mnjajikan “tembak ditempat’’ bagi pengedar atau Bandar narkoba, dan akan mendapat bonus Rp 50 juta bagi siapa saja menembak  sampai mati, namun bila hanya luka dikaki hanya separonya saja.

“Saya sangat gregetan terhadap pelaku pengedar narkoba yang sangat merusak mental pecandunya, mereka akan menghayal memiliki dan diam di istana bagaikan raja, padahal itu hanya sebuah ilusi dampak buruk narkoba, terang mantan politisi PDI-Perjuangan Kalteng itu,’’ ungkap Sugianto.

“Terkait penembakan yang dilakukan Kepolisian Barito Timur terhadap pengedar narkoba di daerah itu, yang terkena kaki pelaku disebutkan ia minta ada laporan resminya dari Kepolisian setempat siapa penembaknya, dan segera dibayar sebesar Rp 25 juta. Kalau saya telah berjanji, akan saya tetapi,’’ imbuh Sugianto.

Terkait korupsi ia berharap seluruh Bupati, dan para Kepala Dinas/Instansi, dan bahawannya untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku, jangan sampai menggrogoti uang Negara, sebab merupakan uang rakyat.

“Saya berkeinginan semasa saya menjadi Gubernur jangan ada Bupati yang’’ masuk penjara karena korupsi,’’ ucapnya.

Menyoal masalah kemiskinan yang juga menjadi fokus perhatiannya, melalui visi-misinya mencapai Kalteng Berkah hal itu dilakukan dengan berbagai langkah dan strategi, diantara memaksimalkan peran PBS sawit merealisasikan plasma 20 persen.

Tidak hanya itu, pihaknya mengundang investor dari berbagai belahan dunia diantaranya Rusia, dan Cina untuk menanamkan modalnya di Kalteng, hal itu untuk menampung tenaga kerja, mencipatakan lapangan kerja, dan meningkatkan penerimaan daerah.

Langkah dan upaya ke depan juga melakukan pembinaan dan bantuan bagi petani, dan nelayan di wilayah Kalteng yang masih mengalami kemiskinan melalui program yang dicanangkan antara  lain bantuan bibit kebun, lada kakau dll. Bai nelayan dibantu alat tangkap, maupun budiadaya agar produksi mereka naik. (drt/K-8)

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua