• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Gubernur Malu Kalsel Selalu Impor Beras

Foto Ilustrasi. (net)
Foto Ilustrasi. (net)

Banjarmasin, KP – Gubernur Provinsi Kalsel, H Sahbirin Noor mengaku, merasa malu. Rasa malu gubernur ini jika Indonesia dan khususnya Kalsel, tidak berhenti mengimpor beras luar.

Terlebih, Kalsel termasuk provinsi surplus beras. Kerenanya dia menghimbau, semua instani dan lembaga terkait untuk melakukan sinergi mendorong produktivitas peningkatan tanam dan panen padi, hingga dapat mengeskpor ke luar daerah.

“Terus terang, saya turut malu jika kita selalu mengimpor beras dari luar,’’ tegasnya, dihadapan sejumlah peserta Koordinasi Regional Sumber Daya Air Tahun 2016 di Banjarmasin, Selasa (2/7) malam. Dihadapan para pejabat luar daerah, serta kepala SKPD dan dinas terkait, gubernur mengungkapkan, apa yang diinginkan Presiden RI Joko Widodo, untuk berupaya meningkatkan produksi pertanian, utamanya jenis beras, sehingga Indonesia mampu menjadi ekportir beras dunia.

“Kita sebenarnya surplus beras. Tapi berasnya banyak dijual ke luar Kalsel,’’ katanya. Untuk itu, dia meminta dinas serta lembaga terkait di Kalsel, untuk berkomitmen serius dalam mendukung peningkatan pertanian, melalui program masing-masing, namun saling mendukung.

Disinggung, masih berlangsungnya alih pungsi lahan pertanian ke pemukiman baru di berbagai daerah di Kalsel, gubernur menyatakan, akan mengevaluasi peraturan yang ada.

“Kita akan evaluasi dulu peraturan yang ada, apakah nanti akan revisi atau seperti apa. Sebab, tak dapat dipastikan, karena semakin tahun jumlah penduduk makin bertambah,’’ jelas gubernur, yang juga di dampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalsel, Martinus. Menurutnya, antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota harus bersinergi.

“Kalau tiga kekuatan ini bersatu, saya yakin peningkatan pangan bisa dilakukan,’’ ujarnya. (mns/K-2) 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua