• Hari ini : Selasa, 20 Februari 2018

Gubernur : Pers Harus Bisa Tangkal Isu Hoax

Gubernur, H Sahbirin Noor bersama pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan (PWI Kalsel) periode 2017-2022, yang dilantik, Rabu (13/9). HM Taufik Effendie SE MBA, owner Harian Kalimantan Post, akrab bersama Gubernur. Sementara juga pengurus baru penuh semangat melakukan penggalangan dana untuk Rohingya.

Banjarmasin, KP – Gubernur H Sahbirin Noor selain mendukung kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan (PWI Kalsel) periode 2017-2022 juga meminta tetap menjaga amanah dan tanggungjawab, dalam melaksanakan tugas yang semakin besar.

Karena itu, PWI Kalsel harus bisa membangun profesi kewartawanan yang begitu cepat.

Karenannya fungsi dan kontral pers dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini.

“Untuk itu wartawan atau bisa menangkal isu Hoax. Kalau ada persoalan jangan diangap berat, tetapi semua akan bisa diselesaikan dengan sendirinya, karena semua persoalan didunia ini akan bisa diselesaikan,’’ ungkap Gubernur saat memberikan pengarahan pada acara Pelantikan Pengurus PWI dan IKWI 2017-2022 di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (13/9).

Di hadapan para pimpinan media cetak dan elektonika diantarnya HM Taufik Effendie SE MBA, owner Media Harian Kalimantan Post, H Guntur Prawira, H Candera Bayu, H Noor Ipansyah, dan undangan dan pengurus PWI, Guberbur juga mengatakan apalagi saat ini dihadapkan pengembangan era reformasi yang berpotensi memunculkan konklik sosial.

Untuk itulah PWI harus bisa membangun peran pada wartawan dalam menjalakan tugas sehar-harinya.

Sebab, ujar Gubernur pemerintah provinsi selalu ingin pula menjalin keharmonisan dengan media, karena sangat membantu menyebarkan informasin pembangunan daerah.

Sedangkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H Margiono, ketika melantik kepengurusan yang dengan ketua PWI Kalsel Ir H Zainal Hilmi dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalsel yang dijabat Fathurrahman, meminta kepengurusan baru PWI Provinsi Kalimantan Selatan untuk terus menjaga keharmonisan dengan semua media massa.

“Tugas pertama yang saya berikan kepada pengurus baru PWI Kalsel ini menjalin keharmonisan antar media, agar tercipta kekompakan dalam menjalankan organisasi ini,’’ ujarnya.

Hal tersebut diungkapkannya karena melihat ada salah satu media besar di Kalsel yang tidak satupun wartawannya masuk dalam kepengurusan.

“Saya heran tidak ada satupun orang Banjarmasin Post ikut dikepengurusan PWI periode ini, saya harap terus dijalin komunikasi dan koordinasi untuk upaya keharmonisan,’’ tuturnya.

Dia menyatakan, PWI Kalsel sangat dihormatinya, sebab selalu menjadi penyelamat dalam beberapa kegiatan besar PWI pusat yang bersifat genting, di mana Kalsel selalu bisa menjadi solusinya.

“Saya harap PWI Kalsel selalu jaya dan eksis dalam setiap kegiatan untuk memajukan kualitas profisi kewartawanan ke depannya,” papar Margiono.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Hilmi menyatakan, tugas utama PWI Kalsel ke depannya untuk terus meningkatkan kualitas profisi kejurnalistikan.

Sehingga, setiap organisasi kejurnalistikan akan selalu dirangkul PWI Kalsel, sebab tujuannya sama untuk membesarkan dan meningkatkan kualitas profesi ini.

Karena, menurut dia, kepengurusan PWI Kalsel priode 2017-2022 akan selalu realistis dan ingin merangkul semuanya, termasuk media yang belum mau ikut dipengurusan saat ini.

“Kita akan selalu jalin komunikasi dan koordinasi dengan semua media, intinya saat ini baik-baik saja komunikasi PWI dengan semua media, termasuk Banjarmasin Post, karena kita selalu menghormati H Gusti Rusdi Effendi AR sebagai salah satu dewan penasihat PWI Pusat,’’ ujarnya.(vin/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua