• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Guri SD Ditemukan Tak Bernyawa di Toilet

TERBUJUR KAKU - Jumiyatun Sapariah (43), terbujur kaku tak bernyawa di toilet,  Jum’at (25/11), sekitar pukul 11.30 WITA. (KP/Andui)
TERBUJUR KAKU – Jumiyatun Sapariah (43), terbujur kaku tak bernyawa di toilet, Jum’at (25/11), sekitar pukul 11.30 WITA. (KP/Andui)

Banjarmasin, KP – Seorang Guru Sekolah Dasar (SD) Madrasyah bernama Jumiyatun Sapariah (43), ditemukan tak bernyawa di toilet, yang bangunannya terbuat dari kayu ada di belakang rumahnya, Jum’at (25/11), sekitar pukul 11.30 WITA.

Atas temuan, membuat geger warga sekitar di Jalan Kelayan B Gang Babusalam RT 24 No 20 Banjarmasin Selatan.

Saat ditemukan oleh warga dalam posisi terduduk dekat pintu masuk toilet.

Dari keterangan, pertama kali melihat korban adalah Idil Fitri (58), yang mendapat kabar bahwa korban tak ada di sekolah.

Biasanya korban sering mengajar anak-anak dipagi hari, lalu Idil mencoba memanjat rumah korban dengan melihatnya ditralis.

Ternyata korban terduduk dekat toilet, yang posisi di belakang rumah. Lalu warga mencoba membuka pintu rumah dengan cara mendobrak.

Kemudian, memindahkan korban masuk ke dalam rumahnya serta melaporkan kejadian ke Mapolsekta Banjarmasin Selatan.

Setelah mendapatkan laporan tersebut sejumlah anggota Polsekta Banjarmasin Selatan, berdatangan ke lokasi.

Tak lama kemudian korban dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk dilakukan visum.

Dari keterangan tertangga korban, Noor Jannah (43), dirinya tak mengetahui soal kematian korban.

“Kemarin sebelum kejadian, korban masih kelihatan hingga malam hari. Lalu paginya, ada teman korban mencarinya ke rumah akan tetapi tak ada jawaban. Ditelphon, juga tak ada jawaban,’’ ujarnya.

Hingga akhirnya warga langsung memanggil Ketua RT setempat untuk menyaksikan pendobrakan rumah korban.

“Korban selama ini tinggal sendirian, tanpa ada keluarga, dan korban tak ada mengeluh sakit,’’ ungkapnya lagi.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Purbo Raharjo melalui Kanit Reskim, Ipda Sugianto, mengatakan, hasil visum sementara tak ada tanda-tanda kekerasan. (fik/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua