• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Hamdi Janji Perbaiki Keramik Gerbang Km 6

CEK LAPANGAN - Asisten II Sekdako Banjarmasin Drs H Hamdi didampingi Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Ir H Gusti Ridwan Sofyani, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Drs H Muhyar, Kepala Dinas Cipta Karya yang diwakili Ir Betty dan sejumlah stafnya, saat melakukan cek lapangan Tugu Gerbang Km 6 Banjarmasin sampai memperlihatkan granit yang mulai berjatuhan, Kamis (22/12). (KP/Narti)
CEK LAPANGAN – Asisten II Sekdako Banjarmasin Drs H Hamdi didampingi Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Ir H Gusti Ridwan Sofyani, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Drs H Muhyar, Kepala Dinas Cipta Karya yang diwakili Ir Betty dan sejumlah stafnya, saat melakukan cek lapangan Tugu Gerbang Km 6 Banjarmasin sampai memperlihatkan granit yang mulai berjatuhan, Kamis (22/12). (KP/Narti)

BANJARMASIN,KP – Menyusul banyaknya granit Tugu Km 6 Banjarmasin yang berjatuhan belakangan ini mendorong Asisten II Sekdako Banjarmasin Drs H Hamdi melakukan cek lapangan.

Didampingi Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Ir H Gusti Ridwan Sofyani dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Drs H Mukhyar, Kepala Dinas Cipta Karya yang diwakili Ir Betty juga sejumlah stafnya, Hamdi meminta segera dilakukan pengecekan untuk bisa segera diperbaiki.

“Ini sebuah masalah jangan sampai granit jatuh dan sampai menimpa warga yang dibawah atau pemakai jalan,’’ ungkap Asisten II Sekdako Banjarmasin Drs H Hamdi kepada wartawan, di lokasi Km 6 Banjarmasin, Kamis (22/12).

Hamdi yang juga merangkap Kepala BKD Kota Banjarmasin ini setelah melakukan pengecekan di samping kiri jalan menuju arah luar ke Kabupaten Banjar juga memutar menuju arah dalam kota. Bahkan sempat memperlihatkan pecahan granit yang jatuh akibat angin kencang dari atas.

Dengan melihat kondisi tersebut, akhirnya Hamdi meminta supaya Bina Marga segera melakukan perbaikan dan dilakukan cek fisik di atas supaya yang rawan diperbaiki secepatnya.

“Ini tak bisa dibiarkan tetapi harus cepat diperbaiki, mengingat kalau lem perekatnya sudah lepas tentu jangan sampai jatuh dan menimpa warga ataupun pemakai jalan,’’ ungkap Hamdi sambil menunjuk granit yang sudah mulai lepas dari lem perekatnya.

Hamdi juga mengakui memang tugu pembatas ini tak bisa dibiarkan. Bahkan bangunan tugu peninggalan era Walikota Yudi Wahyuni senilai Rp6,5 miliar tersebut harus diperlihara dengan baik dan rutin karena jangan sampai landmark kota ini justru ditakutkan dan masalah ini Pemko akan segera mengatasinya.

Kepala Bina Marga Kota Banjarmasin Ir H Gusti Ridwan Sofyani mengatakan, setelah dilakukan cek fisik lapangan dan pemeliharaan kedepan di Kantor Bina Marga tentu saja, Jumat pagi akan dilakukan pengecekan fisik dan secepatnya dilakukan perbaikan dan menahan supaya granit tugu tak mudah jatuh lagi.

“Kita akan meminta tenaga ahli melakukan perbaikan yang tentu saja akan ditanggulangi dengan dana perbaikan lampu jalan karena memang lokasinya di jalan raya,’’ ungkap Gusti Ridwan.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Banjarmasin Drs H Mukhyar mengatakan, adanya bangunan itu memang masuk aset pihaknya yang sejak 2013 lalu pihaknya menerima penyerahan aset tersebut dari Dinas PU.

Selanjunya, Mukhyar melanjutkan, tahun 2015 pihaknya mendapat teguran terkait bangunan itu karena tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Bermula dari sanalahnya, pihaknya tidak menganggarkan untuk biaya perawatan bangunan. Hingga kasus tersebut terjadi, Mukhyar juga mengakui pihaknya salah karena aset tersebut tertinggal dari perhitungan.

“Kedepan, agar gerbang atau tugu Km 6 sesuai dengan tupoksi dinas. Kemarin sudah ada pembicaraan dengan walikota kemudian hari itu juga aset bangunan tersebut diserahkan ke Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin karena sesuai dengan tupoksinya,’’ paparnya.

Sementara itu warga sekitar yang langsung menyaksikan jatuhnya keramik dari ketinggian sekitar 5 meter itu. Warga menginginkan secepatnya diperbaiki sebelum adanya korban akibat dijatuhi keramik.

“Ini sangat berbahaya apabila tidak segera diperbaiki dan ini diharapkan pemerintah peka akan itu karena takutnya kalau memakan korban baik itu dari penguna motor yang melintas atau pejalan kaki,’’ ucap Madi penarik ojek yang mangkal di lokasi Tugu Km 6 Banjarmasin.

Ia juga menambahkan, jatuhnya keramik tersebut sudah berkali kali,
namun jatuhnya keramik dua hari lalu sangat parah. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua