• Hari ini : Rabu, 19 September 2018

Hampir 7 Tahun Terdakwa Sahlan Tak Dieksekusi

Hasbullah, korban penipuan batubara. (Kp/Aqli)

BANJARMASIN, KP – “Sudah hampir 7 tahun kasus ini berjalan. Tapi tak ada proses jelas terhadap terdakwa H Sahlan untuk di eksekusi,’’ keluh Hasbullah kepada wartawan, kemarin.

Hasbullah menyatakan tak habis pikir dengan peradilan di negeri ini.

Kasus penipuan jual beli batu bara yang menimpa dirinya pada tahun 2011 lalu, hingga kini tak ada kejelasan proses hukumnya.

Padahal pada tahun 2011 lalu sebutnya, salinan putusan Mahkamah Agung bernomor 2238 K/PID/2011 memutuskan dan mengadili, terdakwa M Sahlan bersalah melakukan tindakan pidana penipuan.

Dia menceritakan, kasus ini bermula pada 11 Februari 2010 silam.

Ketika itu M Sahlan datang ke kantor dirinya menawarkan batubara. Seiring berjalan dan dilakukanlah kontrak.

Namun, batubara yang ditawarkan Sahlan kepada dirinya tak kunjung ada. Hasbullah adalah Direktur CV Cantung Karya Mitra Mandiri.

Bahkan, ketika menerima uang mencapai lebih dari Rp1 miliar sebagai uang muka, handphone Sahlan tak lagi aktif.

Bahkan, itikad baik pun sebut Hasbullah tak ada. Akhirnya, dia pun melaporkan ke Polresta Banjarmasin.

Kasus pun berlanjut di persidangan Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Di proses pengadilan, terang Hasbullah, hakim memutuskan pihaknya menang secara perdata, dan terdakwa diputus bersalah namun tak divonis penjara.

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Dan pada akhirnya, MA memutuskan dengan mengabulkan permohonan kasasi dengan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin dengan menyatakan mengadili sendiri bahwa, terdakwa M Sahlan bersalah melakukan penipuan dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun.

“Saya jadi bertanya-tanya, padahal putusan sudah inkraht.

Namun, tak ada eksekusi terhadap putusan MA tersebut. Saya hanya minta keadilan,’’ tutur Hasbullah.

Bahkan, untuk mempertanyakan kasus ini, dia sudah melaporkan ke Ombudsman Kalsel.

Namun sebutnya, tetap saja hingga saat ini Kejaksaan Negeri Banjarmasin belum melakukan eksekusi.

Pada Jumat (6/4) lalu dia juga mempertanyakan dengan Kejari Banjarmasin langsung.

Jawaban dari mulut Kejari membuat dirinya yakin terdakwa akan dieksekusi.

Kepada dirinya, sebut Hasbullah, Kejari menyatakan akan melakukan proses eksekusi.

“Kejari bilang ke saya, kasus ini harus dieksekusi. Bahkan dia (Kejari) bertanya kenapa kasus ini tak jalan.

Ini yang membuat saya yakin, kasus ini akan selesai,’’ ucapnya.

Disebut, mencapai miliaran Rupiah uang dirinya ditipu oleh terdakwa, tak hanya berdampak pada kerugian materi saja.

Namun, non materi sebutnya tak terhitung. “Dengan kasus ini, banyak karyawan dirumahkan, bahkan perusahaan kami ditutup. Dampaknya sangat besar,” ungkapnya. (K-4)

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua