Harga Beras Di HST Cukup Tinggi

ditulis pada 2 Oktober 2017

Barabai, KP – Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Menteri Perdagangan untuk Kalimantan Rp 9.950 per kilogram tidak terlalu berpengaruh terhadap harga beras di pasaran, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) harga beras di tingkat eceran bahkan sudah cukup jauh di atas HET.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikan HST Aidi Munawar Kamis di Barabai menyebutkan harga beras mulai akhir Agustus hingga September ini di Pasar Keramat Barabai masih stabil tidak ada penurunan ataupun kenaikan.

“Harga beras premium seperti jenis Unus Rp14.500 sampai Rp15 Ribu per Kilogram sedangkan untuk beras medium Rp12 Ribu per Kilograam dan yang termurah jenis Ciherang Rp7.500 per Kilogram,” katanya.

Berbeda dengan pihak Bulog Sub Divisi Regional Barabai yang memasok kebutuhan beras Se Banua Enam menyatakan masih menerapkan harga lama yaitu beras medium Rp8.030 per Kilogram.

“Untuk pembelian Gabah Kering Giling (GKG) sedikit mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp4.650 per Kilogram sekarang menjadi Rp5.115 per Kilogram,” kata Kepala Bulog Sub Divisi Regional Barabai M.Fauzan Tamami.

Dengan harga eceran sekarang Rp8.030 penjualan Bulog Menurutnya tidak melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah dan apabila ada permintaan dari Dinas Perdagangan untuk antisipasi kenaikan harga beras di atas HET pihaknya siap melaksanakan operasi pasar.

“Persediaan beras medium saat ini sekitar Empat Ribu ton dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan, namun Bulog Barabai tidak memasok beras premium, karena beras premium disediakan hanya pada saat ada pesanan atau permintaan,” kata Fauzan.

Kepala Dinas Perdagangan HST H M Yusrani juga menyampaikan Penentuan HET diperhitungkan berdasarkan wilayah penghasil dan ongkos pengiriman ke daerah konsumen beras.

“Penetuan HET ini bisa menguntungkan petani dan bisa juga merugikan karena pada musim panen biasanya harga turun namun dengan adanya HET harga beras tetap stabil dan dibatasi tidak boleh turun harga terlalu jauh,” katanya.

Namun menurutnya saat musim kemarau harga di pasaran biasanya naik dan merugikan petani yang tidak bisa menjual beras dengan harga di atas HET serta pihak Bulog hanya membeli beras sesuai HET.

“Secara umum penetapan HET memang tidak terlalu berpengaruh untuk Kabupaten HST karena kebutuhan beras kita setiap tahunnya selalu surplus dan sangat mencukupi tidak pernah kekurangan beras,” Kata Yusrani. (net/K-6)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.