• Hari ini : Senin, 11 Desember 2017

Harga Cabai Kembali ‘Berulah’

CABAI-CABAIAN MELAMBUNG- Harga sejumlah kebutuhan pokok sayuran asal tanah jawa di sejumlah pasar tradisional cendrung stabil kecuali jenis cabai-cabaian yang mulai merangkak naik. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Konsumen kembali diresahkan dengan naiknya harga cabai rawit merah hingga taji dan tiung dalam sepekan ini bahkan naik hingga 2 kali lipat dari sebelumnya sedangkan harga cabai merah dan hijau besar cendrung stabil disejumlah pasar tradisional.

Mansyah penjual nasi kuning, lontong dan makanan siap saji lainnya dikawasan Kertak Baru, Selasa (25/7) menjelaskan, ia sebagai penjual makanan siap saji kembali dipusingkan naiknya harga cabai rawit lokal, tiung dan taji naik hingga 2 kali lipat dari sebelumnya.

Seperti cabai rawit lokal yang terkenal pedasnya walaupun kecil dari Rp40 sampai Rp50 ribu per kilo naik menjadi Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilonya dalam sepekanan ini begitu juga dengan harga jual cabai tiung menjadi Rp50 ribu dan taji dijual Rp45 ribu per kilonya.

“ Saya setiap hari memerlukan cabai rawit lokalan ini sekitar 2 kilo lebih dalam 2 hari kembali membeli lagi kalau harga seperti ini kami sangat diberatkan, karena cabai sudah menjadi kebutuhan utama ketika sedang makan,” sebutnya.

“Menyikapi kondisi ini cabai rawit lokal kami campur dengan cabai taji dan tiung walaupun kedua harga cabai asal Pulau Jawa ini juga naik dalam sepekan ini, akunya.

Info dari pedagang besar cabai dikawasan Sentra Antasari dan dinas terkait naiknya harga cabai-cabaian karena anomali cuaca sejak awal bulan ini dengan curah hujan yang turun cukup tinggi.

“Hal ini berdampak mulai merangkaknya harga cabai-cabaian kondisi ini sangat dikeluhkan ibu rumah tangga dan para pedagang sendiri juga penjual makanan ,” ucap Ujie pedagang Pasar Lama lainnya kepada wartawan.

Ujie menjelaskan, naiknya harga cabai-babaian seperti ini para pedagang sangat dirugikan karena para pembeli mengeluhkan harga cabai naik terus dan penjualan menjadi menurun.

Ditambahkan Nunung pedagang lainnya, pasokan cabai rawit kecil dan tiung di Banjarmasin ini biasanya dipasok dari Barabai dan Pelaihari namun karena sentra penghasil ini sedang gagal panen dan cabai banyak yang busuk sehingga panen mereka berkurang dari biasanya.

“ Alhamdulillah naiknya harga cabai rawit berbagai jenis tidak diikuti naik cabai merah besar dan cabai hijau besar yang harganya sangat stabil,” lanjut ibu 2 anak ini.

Hj Sariah penjualan makanan dikawasan Kayu Tangi Patin mengungkapkan, ia sangat terkejut setiap hari harga cabai rawit kembali melambung tinggi, padahal setiap hari ia memerlukan sekitar 1 kilo cabai rawit.

“Untuk sementara kami siasati dengan mencampur dengan cabai dalam kemasan botolan atau dicampur dengan cabai ukuran besar tiung, agar pelanggannya yang kebanyakan anak kos ini tidak meninggalkan warungnya karena masakan Jawa pedas merupakan ciri khas makanan kami pecal Jawatimuran.’’terangnya. (hif/K-7)

 

%d blogger menyukai ini: