Harga Gas Elpiji 3 Kilogram Masih Tinggi

ditulis pada 12 Oktober 2017

ELPIJI MAHAL – Tabung gas melon 3 kilogram bersubsidi ada yang dijual masih mahal seperti di Tala dan Banjarbaru berada diatas HET dibandng daerah lainnya di 13 kabupaten dan kota. (KP/Hhifni)

BANJARMASIN, KP – Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di wilayah Kalsel masih relatif tinggi, jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yang berkisar Rp17.000 hingga Rp25.000 per tabung tergantung daerah masing-masing.

Seperti HET elpiji subsidi Banjarmasin Rp17.500, HET Batola Rp 22.500, Kabupaten Tanah Laut Rp 19.000, Batulicin Rp 22.000, dan Kabupaten Kotabaru itu Rp 25.000.

“Apalagi di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut, yang harga jualnya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung,’’ kata Sekretaris Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel, HM Irfani kepada wartawan, Rabu (11/10), di Banjarmasin.

Namun, mahalnya harga jual elpiji di tingkat pengecer pada dua daerah tersebut tidak berlaku untuk semua kecamatan, tapi terbatas pada beberapa kecamatan tertentu saja.

“Kalau di Banjarbaru itu di Kecamatan Landasan Ulin, Cempaka, Kemuning dan Guntung Manggis, sedangkan Tanah Laut ada di Kecamatan Bati-Bati, Tangkisung dan Jorong,’’ ungkapnya.

Atas masih mahalnya elpiji di tingkat pengecer di dua wilayah tersebut, pihaknya pun sudah melakukan komunikasi kepada PT Pertamina agar bisa dilakukan kegiatan operasi pasar di beberapa kecamatan tadi dengan kuantitas elpiji yang lebih banyak dari pada biasanya.

“ Ini untuk menekan harga di tingkat spekulan agar bisa kembali normal, minimal bisa tembus dibawah Rp25.000 per tabung,’’ tambahnya.

Diakui, beberapa bulan terakhir ini, harga elpiji 3 Kg di pasaran naik signifikan, karena besarnya permintaan masyarakat, sementara dari sisi produksi tidak mengalami penambahan.

“Bukannya tabung gas kosong, namun karena pemakainya yang bertambah dari pada biasanya. Hal itu lumrah, mengingat banyaknya selamatan dan perkawinan yang digelar masyarakat, sehingga penggunaan elpiji lebih banyak,’’ tuturnya.

Selain itu, masih banyaknya kalangan mampu hingga pelaku usaha yang ikut-ikutan menggunakan elpiji 3 Kg, padahal elpiji tersebut disediakan untuk kalangan tidak mampu saj dan masuk kategori bersubsidi.

“Kita sudah mengingatkan masyarakat, agar bagi yang mampu, memakai elpiji non subsidi saja. Lagi pula sekarang kan sudah hadir Bright Gas ukuran 5,5 Kg, tentu jauh lebih murah daripada elpiji 12 Kg,’’ tutup Irfani. (hif/K-7)

 

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.