Harga Sayuran Pulau Jawa Stabil Namun Sepi Pembeli

ditulis pada 15 Juli 2017

STABIL SEPI PEMBELI – Sejumlah harga sayuran asal Pulau Jawa kembali dijual dengan harga sangat stabil karena pasokan yang sangat berlimpah dari Pulau Jawa namun setiap harinya sepi pembeli menurut penuturan beberapa pedagang sayur. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Setelah sebelumnya sempat melambung tinggi harga sayuran asal Pulau Jawa kembali berada pada titik normal kecuali cabai rawit yang masih bertahan dengan harga tinggi karena pasokan yang tidak bisa memenuhi permintaan pasar.

Harga cabai rawit kini mencapai hingga Rp50,000,- per kilonya padahal sebelumnya hanya Rp32,000,-.

Pantauan wartawan KP di Pasar Sentra Antasari harga sejumlah sayuran asal Pulau Jawa seperti koll, bawang prai, kentang, bunga koll, wartel hingga tomat harganya kembali stabil seperti biasa ditopang dengan pasokan yang normal namun sepi pembeli.

Stabilnya harga sayuran asal Pulau Jawa ini tidak dibarengi tingginya permintaan dari konsumen karena menurut penuturan sejumlah penjual beberapa pekan ini justru sepi pembeli karena sebelumnya harganya naik pasca lebaran.

Narno penjual sayuran asal Pulau Jawa Pasar Sentra Antasari kepada wartawan menjelaskan, dalam sepekan ini harga sayuran asal Pulau Jawa sangat stabil dan terkendali kecuali harga cabai rawit yang masih dijual dengan harga tinggi.

Dijelaskan Narno, harga jual kentang sekitar Rp18,000,- per kilo, sedangkan harga jual sayuran koll hanya Rp10,000,-, untuk wartel dijual Rp20,000,- hingga bawang prei dijual Rp16,000,- sampai Rp20,000,- per kilonya.

Kemudian untuk bawang bombai dijual Rp20,000,- dan tomat Rp4000,- namun stabilnya harga sayuran ini tidak bisa mendongkrak pendapatan para penjual karena pasar cendrung sepi pembeli.

Stabilnya harga sembako ini selain pasokan yang samakin lancar dari armada kapal laut karena gelombang di Laut Jawa masih sangat bersahabat dalam bulan-bulan ini, setiap hari ada saja truk besar yang masuk di Pasar Sentra Antasari untuk melakukan proses bongkar.

“ Sebagai pedagang kami berharap gelombang terus bisa stabil karena sedikit aja ada gelombang besar maka pasokan akan mulai terganggu sehingga harga naik seperti beberapa bulan yang lalu,” ungkapnya.

Dari pantauan wartawan kemaren di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin arus kedatangan kapal roro milik Dharma Lautan Utama dan agen swasta lainnya sangat stabil membawa angkutan sembako sayuran asal Pulau Jawa seperti Surabaya dan Semarang didukung dengan gelombang yang sangat baik.

Fitri salah satu petugas bongkar kapal roro kepada wartawan kemaren menyampaikan, dengan kondisi gelombang perairan Laut Jawa yang sangat bersahabat saat ini armada kapal yang masuk membawa angkutan sembako sayuran asal Jawa menggunakan truk sedang dan fuso besar selalu datang setiap hari, kalau tidak dibawa armada kapal DLU dan kapal swasta serta Pelni.

GM Dharma Lautan Utama, Anton Wahyudi mengatakan kedatangan kapal miliknya sangat lancar dengan membawa sembako asal Surabaya dan Semarang dalam sehari ada 4 kapal DLU yang melakukan bongkar di kawasan Pelabuhan Trisakti.

“Kapal-kapal roro yang masuk selain membawa penumpang yang balik kampung juga kabanyakan truk yang membawa sembako kalau kami hitung ada sekitar 70 truk yang masuk setiap harinya, jadi kalau sampai harga sayuran mahal ada indikasi ulah pedagang saja,’’terang Anton.(hif/K-7)

 

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.