• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Harus Konsisten Mendorong Pengusaha Muda

Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan bersama Ketua DPP HIPMI Pusat, Bahlil Rahadalia membuka Musda HIPMI, Kamis (7/9).

Banjarmasin, KP – “Saya berharap ada upaya pemerintah daerah yang harus konsisten dalam ikut mendorong lebih banyak pengusaha muda yang lahir di Bumi Antasari ini ke depannya,” kata Ketua DPP HIPMI Pusat, Bahlil Rahadalia.

Itu disampaikannya pada Musda HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kalsel ke XIV, yang dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, Kamis (7/9) di Hotel Rattan Inn.

Dikatakan, untuk bisa mendorong ekonomi di Indonesia bisa tumbuh sesuai harapan, tentunya harus ditopang lebih banyak lagi pengusaha kecil di sektor mikro.

Karena cikal bakal pengusaha mikro lahir dari para pengusaha muda.

“HIPMI Pusat juga terus mendorong kebijakan agar lebih prokepada pengusaha mikro mulai dari penurunan suku bungan kredit bagi UMKM sampai 9 persen hingga turunnya peraturan Presiden yang mendorong proyek pemerintah dibawah Rp5 miliar digarap pengusaha lokal saja ini semua adalah hasil lobi kami semua,’’ jelasnya.

“Yang kami sesalkan disaat ekonomi kurang bagus UKM dirangkul. Namun saat ekonomi bagus atau surplus pengusaha besar yang dirangkul, sedangkan lokal ini paling banyak kelas UKM padahal 53 persen penduduk kita usia produktif seperti orang-orang HIPMI ini yang selalu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan HIPMI adalah pejuang, pejuang pengusaha muda,’’ bebernya.

Untuk itu tinggal daerah saja agar mendorong lebih banyak pemuda tertarik menekuni bidang usahanya dan siapapun yang terpilih nanti kalian harus sama-sama memajukan dan membesarkan HIPMI.

“Karena kalian berdua orang terbaik dari yang terbaik di HIPMI Kalsel yang patut memimpin HIPMI Kalsel 3 tahun ke depan,’’ ujar pria kelahiran Papua ini.

Harus Maksimalkan

Sementara Wakil Gubernur, mengapresiasi apa yang sudah dilakukan HIPMI Kalsel hingga saat ini dalam mendorong terjadi banyak lahir pengusaha muda baru.

“Untuk itu pihaknya ingin lebih besinergi lagi dengan HIPMI agar geliata ekonomi mikro dibanua ini semakin maju,’’ harapnya.

Ketua HIPMI Kalsel, Ervin Wardhana menyebutkan, dalam agenda Musda XIV ini akan juga dibahas terkait program strategis selama 3 tahun ke depan serta akan memilih ketua dan pengurus baru HIPMI Kalsel periode 2017 sampai 2020.

Ada 53 suara di 13 Badan Pengurus Cabang (BPC) kabupaten kota yang akan mereka perebutkan antara Rikval Fahruri dengan Hj Laitina Surya.

Calon Ketua HIPMI Kalsel Rikval Fachruri kepada wartawan disela Musda mengatakan, jika nanti terpilih, saya ingin membangun usaha di HIPMI ini bersama-sama artinya tidak ada batasan apapun untuk kreativitas kawan-kawan terhadap pengembangan usahanya.

Lebih lanjut disampaikan, kedepan sistem kaderisasi akan dibenarkan dengan sebenar-benarnya, kendati saat ini sudah benar.

Namun akan ditingkatkan lagi agar lebih benar dan mengena.

“Nanti kita akan poles sistem ini hingga bisa bersinergi dengan Pusat, Provinsi dan Kabupaten, juga akan kita sinergikan dunia usaha yang ada di Kalimantan Selatan, serta dengan Pemerintah Daerah,” tandasnya.

Di tempat yang sama Bung Troy, salah satu senior HIPMI Kalsel, yang juga pernah menjabat sebagai Bedum BPD HIPMI Kalsel periode 2014 – 2016 menyampaikan testimoninya.

“Mohon Rikval jika terpilih nanti memperhatikan betul BPC-BPC, karena basis kita adalah BPC, HIPMI Kalsel akan jaya jika BPCnya diayomi dan diperhatikan, baik dari kaderisasi sampai jaringan bisnis,’’ ucap H Troy.

Ketua BPD HIPMI Kalsel yang terpilih nanti harapan ke depan, kunci pokoknya adalah melakukan pembinaan di 13 Kabupaten dan kota intinya adalah pembinaan, jika BPD HIPMI ingin tetap berjalan dan maju.

“Dan kalau bisa, HIPMI Kabupaten diarahkan, dan punya pekerjaan masing-masing,” tambah Yandi yang sebelumnya mengaku salut atas keberanian Rikval Fachruri unruk maju sebagai Calon Ketua Umum BPD HIPMI Kalsel 2017-2020.

“Saya sangat mengapresiasi keberanian Rikval untuk maju sebagai caketum HIPMI dan Musda hari ini bisa berjalan lancar,” tutup Troy. (hif/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua