• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Heboh Video `Ditilep’ Segepok Uang Bank di TKP

PERLIHATKAN – Kasubdit Jatanras Polda Kalsel, AKBP Afebrianto Widhi Nugroho, perlihatkan video yang ada di Hp-nya. Ternyata video dilihat secara slowmotion  atau melihat gambar video gerak lambat pada bawah (kanan) saat mengambil, garuk telinga dan tangan turun lagi, ternyata uang itu masih utuh di tangan anggota. (KP/Aqli/Opiq)

BANJARMASIN, KP – Setelah cape-cape memburu dan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku perampok uang Bank Mandiri, kini dihadapkan lagi soal hebohnya video yang tak enakkan menjadi viral.

Padahal anggota dalam pengejaran saat itu ada mengaku sampai dua hari sampai tak mandi.

Pemburuan perampok uang Bank Mandiri, dalam peristiwa, Kamis (4/1) sore lalu. ternyata dihebohkan dengan postingan video seolah anggota ada `tilep’ segepok barang bukti uang itu.

Dalam video streaming menjadi viral berdurasi 0.45 ini menjadi pembicaraan di media sosial saat temuan uang pertama pada penangkapan Brigadir Jumadi di kawasan Golf Landasan Ulin Banjarbaru bersama barang bukti uang.

Di media sosial, ada yang berkomentar `sulap apa benaran’. `Kok sampai begitu’. Waduh nekad’. “Apa karena kita melihatnya di HP’ dan lain-lain.

Dalam video, seolah-olah ada anggota yang saat itu mengumpulkan barang bukti, kemudian menyerahkan segepok uang ke anggota lainnya ketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dalam gambar video terlihat, salah satu anggota yang berjongkok itu memjadi perhatian.

Dan sebenarnya di TKP disaksikan dan dipimpin langsung Direktur Dit Reskrimum, Kombes Pol Sofyan Hidayat bersama Kasubdit Jatanras, AKBP Afebrianto Widhi Nugroho, sejumlah anggota mengumpulkan milaran uang temuan.

Pada durasi 0.35, salah satu tangan anggota itu ada bergerak ke atas dengan masih memegang segepok uang.

Dan dalam postingan video selanjutnya, seolah uang tersebut diserahkan ke anggota lain yang berdiri dekatnya di belakang.

Bahkan ketika tangan diturunkan, dibuat seakan uang ditangan tadi sudah tak ada lagi atau sudah diserahkan dan disimpan anggota lainnya.

Kesannya dalam video, anggota di TKP `tilep’ atau sisihkan segepok uang hasil rampokan dengan tersangka Brigadir Jumadi dan rekannya warga sipil Yongky Susanto alias Jawa serta dugaan keterlibatan oknum TNI-AD, Kopda Apg.

“Anggota kita sudah cape-cape di lapangan, dihebohkan dengan video seperti itu. Editan, itu rekayasa, selidiki,’’ kata Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana, ketika dikonfrimasi KP, usai sholat zuhur, Selasa (9/1).

Kapolda langsung pula perintahkan Direktur Reskrimum untuk menjelaskan agar persoalan tersebut tidak menjadi meluas.

Sementara Kombes Pol Sofyan Hidayat didampingi Kasubdit Jatanras, AKBP Afebrianto, langsung perlihatkan video yang aslinya.

Runtutan gambar dalam video yang dilihat secara Slowmotion atau melihat gambar video perlahan (950,49 PM), jelas kalau uang yang ada digenggaman tangan anggota itu dari ke atas (menggaruk kuping) hingga tutun kembali pada durasi 20 Slowmotion , tangan ke atas dan garuk telinga. Pada durasi ke 27 ke 28 itu masih ada uangnya.

“Macam-macam saja. Kita sudah serius malah dihebohkan soal itu. Anggota mana berani, apalagi uang rampokkan. Orang saya langsung turun ke TKP.

Kita akan koordinasi untuk Tim Cyber di Krimsus untuk selidiki,’’ tegas Kombes Pol Sofyan Hidayat.

Dijelaskan pula, uang pecahan ratusan ribu (seperti digengaman anggota) dihitung dan terkumpul lengkap dengan jumlah Rp6 miliar.

“Untuk barang bukti semua bisa kita pertangungjawabkan. Memang sebagaian uang ada yang sempat dipakai pelaku beli sepeda motor maupun Handphone.

Namun, pada intinya semua sesuai dengan apa yang dilaporkan,’’ tambah AKBP Afebrianto, yang mengaku dua hari sampai tak mandi dalam pemburuan pelaku saat itu.

Namun, pada intinya semua sesuai dengan apa yang dilaporkan,’’ tambah AKBP Afebrianto, yang mengaku dua hari sampai tak mandi dalam pemburuan pelaku saat itu.

Sementara ketika ditanya soal uang dollar. Ia mengatakan masih lengkap sejumlah 25 ribu dollar dan tak sempat dibawa kabur oleh pelaku.

“Karena belum dibawa kabur, maka tidak dijadikan barang bukti dan sudah kita serahkan ke pihak Bank Mandiri,’’ ujarnya.

Karena saat itu ada di bawah kaki Atika, karyawan bank yang tersimpan dalam bok, diletakan di bawah kakinya Atika. Uang itu tak di otak-atik.

Dari total uang ditemukan pada malam itu dengan jumlah Rp5,2 Miliar.

Yang mana mana kalau dijumlahkan dengan penemuan pertama sekitar Rp4,4 M. Kemudian Sabtu sore lalu, ditemukan lagi sebanyak Rp360 juta. Temuan Rp360 juta itu masih di tempat penemuan yang kedua di rumah kolega Yongky. (K-2)

 

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua