• Hari ini : Senin, 23 Juli 2018

Hindari membakar Lahan : Perlu Pendekatan ke Masyarakat

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi. (net)

Puruk Cahu, KP – Dengan adanya laporan tentang titik panas (hot spot) di wilayah Desa Tumbang Tohan dan Desa Takajung Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya (Mura) beberapa waktu lalu, membuktikan budaya dalam membakar lahan masih belum hilang atau bahkan sulit hilang di masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Mura, Rayzal Samat saat dikonfirmasi, Rabu (27/7) menyampaikan tentunya kebiasaan membakar lahan yang bertujuan membentuk lahan pertanian masih menjadi kebiasaan, apalagi didaerah yang jauh dari jangkauan seperti di Kecamatan Seribu Riam.

“Laporan hasil pencitraan satelit NOAA yang merekam adanya titik panas di kedua desa tersebut beberapa waktu lalu saya rasa hasil dari aktivitas warga berladang dan diyakini hanya berskala kecil karena hanya berlangsung beberapa saat,’’ ungkap Reyzal.

Disampaikan Reyzal dari sejak dilaksanakan sosialisasi tentang bahaya membakar hutan dan lahan beberapa tahun lalu sekarang sudah menunjukan ada kemajuan dari kemajuan masyarakat, hal tersebut dapat dilihat daerah sekitar kecamatan induk tidak ditemukan adanya titik api.

“Yang sulit masyarakat di daerah jauh. Mereka masih lekat dengan budaya turun-temurun sejak nenek moyang, yaitu membuka lahan dengan cara membakar hutan. Tentu juga kepada mereka ini kita akan melakukan pendekatan lebih lagi guna mensosialisasikan bahaya membakar hutan maupun lahan,’’ ungkapnya lagi.

Menurut Reyzal pula pihaknya dalam menghadapi masyarakat yang masih membakar lahan ada toleransi yang diberikan, akan tetapi bila sudah menyangkut pihak penegak hukum maka tentu tindakan hukum yang akan dilaksanakan.

“Kita menyadari mereka membakar hutan untuk membuka lahan hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dari kita di Dinas Kehutanan ada toleransi dan tentu tidak bagi penegak hukum,’’ jelasnya kembali.(Zay/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua