• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Hindarkan Narkoba, Warga Dibekali Kemampuan Otomotif

Warga saat diberikan pelatihan otomotif tentang seluk beluk mesih. Tujuannya, agar mereka bisa menguasai dan memperbaiki kerusakan di mesin motor.
Warga saat diberikan pelatihan otomotif tentang seluk beluk mesih. Tujuannya, agar mereka bisa menguasai dan memperbaiki kerusakan di mesin motor.

Banjarmasin, KP – Tingginya angka peredaran narkotika dan juga obat-obatan terlarang di Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satu penyebabnya adalah karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

Jumlah angka pengguna dari kelas pangangguran terbilang cukup tinggi. Atas dasar itulah, salah satu upaya BNNP Kalsel dalam penanggulangan dan pencegahan narkoba dan obat-obatan terlarang, memberikan pembekalan kemampuan kepada masyarakat. Salah satu bekal kemampuan yang diberikan adalah dibidang otomotif.

Sebanyak 10 orang warga Kelurahan Pasar Lama, dipilih dalam pelatihan pembekalan kemampuan dalam otomotif tersebut. Mereka menggikuti pelatihan yang juga bekerjasama dengan LPK Kharisma selama 2 hari. Yaitu tanggal 5 sampai dengan 6 Oktober tadi.

“Kegiatan pelatihan keterampilan otomotif ini, bertujuan agar masyarakat Pasar Lama yang tidak memiliki pekerjaan dapat terhindar dari penyalahgunaan Narkoba. Keterampilan yang didapatkan dapat dipergunakan sebagai modal untuk berwirausaha,’’ jelas Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalsel, H Ipansyah. Warga yang mendapatkan pelatihan tersebut, tidak hanya sampai di situ.

Selanjutnya, mereka akan terus diberikan bekal oleh LPK Kharisma. Mereka diberikan bekal sampai benar-benar menguasai secara optimal.

“Selanjutnya, mereka tetap kita berikan pembelajaran,’’ tutur Ipan.

Dikatakannya, salah satu penyebab orang menjadi penyalahguna narkoba dan obat-obatan terlarang, dikarekanan tidak ada kegiatan positif. Karena bengong tidak ada pekerjaan, maka untuk mengisi waktu lari ke arah negatif salah satunya narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Mereka yang duduk-duduk, tiap hari bengong akhirnya lari ke arah negatif yaitu Narkoba atau obat-obatan terlarang. Kalau tiap hari sibuk mengurus pekerjaan, apalagi usaha sendiri jarang lari k earah narkoba dan obat terlarang. Itulah sebabnya kami memberikan pelatihan kepada warga ini,’’ cetusnya.

Ipan berharap, mereka yang diberikan pembekalan ini bisa menjalankan usahanya dan dapat meraup keuntungan. Selain itu, tambahnya, mereka juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, sehingga banyak menyerap tenaga kerja di masyarakat.

“Mudah-mudahan mereka bisa menciptakan lapangan kerja, sehingga pengangguran-pengangguran yang kebingunan ga punya pekerjaan, bisa mendapatkan penghasilan. Dengan begitu, mudah-mudahan bisa menghindarkan dari pengaruh narkoba dan obat-obatan terlarang,’’ harapnya. (mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua