• Hari ini : Rabu, 15 Agustus 2018

Honorer Sopir Tahanan Kejari Disergap Polda

BARANG BUKTI – M Rapi’I alias Pi’i, honorer Kejari Banjarmasin disergap anggota Polda Kalsel, Selasa (24/4), dan ditemukan barang bukti diduga shabu. (Ist)

Banjarmasin, KP – M Rapi’I alias Pi’i, seorang honorer sebagai sopir tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin disergap anggota Subdit II Dit Resnarkoba Polda Kalsel, Selasa (24/4) sekitar pukul 11.00 WITA.

Ia saat itu disergap saat mau jemput terdakwa yang akan lebih awal melakukan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Dari informasi dari rekannya yang lain, pada mula salah satu rekan kerjanya yakni Herry, kebigungan, karena Rapi’I ketika dihubunginya via Hp untuk segera menjemput terdakwa akan sidang, beberapa kali tak menyahut.

Kemudian Herry, pergi sendiri lebih dulu dengan mobil jenis lain ke Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin.

Tak lama, Rapi’I ada menghubungi balik dan mengatakan kalau mobil yang biasa dibawanya lagi mogok.

Namun tak lama kemudian datang, dan sampai sejauh itu Herry tak tahu apa yang dilakoni rekannya selama ini.

Saat itu dari keterangan lain, sudah ada sejumlah anggota menghadang di muka Lapas Teluk Dalam Banjarmasin

Begitu Rapi’I datang hingga memarkir mobilnya, yang akan membawa terdakwa, langsung disergap angghota Polda serta ditemukan shabu puluhan gram di dalam kotak Hp-nya.

Kemudian oleh pihak Polda kasusnya dikembangkan hingga ada membawa salah satu narapidana yang disebut berinsiial Koh.“Masih dikembangkan,’’ ucapnya singkat anggota ketika coba dikonfirmasi.

Bahkan dari keternagan, saat pengembangan di rumah Rapi’I di kawasan Sungai Andai, ada pula ditemukan barang buktinya.

 

Tercoreng

Denga kejadian, jelas institusi Kejari Banjarmasin tercoreng. Sang honorer ini diduga menjadi kurir narkoba jenis shabu dan diringkus polisi saat mengantar pesanan shabu untuk seorang narapidana di Lapas.

Pi’i diketahui bertugas di bagian pengawalan, baik menjadi sopir mobil tahanan yang merangkap membantu pengawalan tahanan.

Dikonfirmasi, Kepala Kejari (Kajari) Banjarmasin, Taupik Satia Diputra, geram mendengar kabar tenaga honor di instansinya terlibat peredaran shabu.

Ia meradang di lembaga penegak hukum justru ada ulah oknum yang melanggar hukum, apalagi menjadi kurir narkoba.

Taupik mengaku terkejut, ada tenaga honorer di lembaganya terjerat kasus narkoba. Dan saat ini sudah ditangani pihak Polda Kalsel.

“Saya juga sangat kaget mendengar kejadian ini, karena tidak menyangka sama sekali,’’ ucapnya didampingi Kasi Pidum Denni Wicaksana.

Atas kejadian itu, Taupik mengaku, langsung melakukan kroscek ke gudang barang bukti.

Tapi barang bukti yang tersimpan tidak berkurang sedikit pun alias tidak ada yang hilang.

Oleh karena itu, tegasnya, Pi’i. kemungkinan mendapatkan barang dari luar

Ia menyerahkan sepenuhnya kasus Pi’i kepada pihak kepolisian. Bahkan, Taupik menjamin tidak ada konsekuensi maupun despensasi terhadap Taupik, sebagai bentuk komitmen memberantas narkoba

“Pokoknya tidak ada konsekuensi, kita akan tindak tegas siapa pun yang bersalah,’’ sebutnya.

Taupik berasumsi, Pi’i nekad menyambi kurir shabu diduga karena tergiur upah yang dijanjikan.

“Kemungkinan besar upah yang didapatnya sangat besar sehingga berani berbuat, karena dia juga sudah pasti tahu resikonya,’’ katanya.(hid/K-4)

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua