Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Hukum & Kriminal Hukum Razia Miras, Pengusaha Hotel Resah

Razia Miras, Pengusaha Hotel Resah

E-mail Cetak PDF

Balikpapan, KP - Para pengelola hotel di Balikpapan, bukan hanya menghadapi sinyal `bahaya’ akibat makin kerasnya persaingan usaha di bisnis jasa perhotelan belakangan ini.
Tapi juga mulai resah—terkait rencana razia minuman keras yang bakal dilakukan instansi terkait ke sejumlah hotel, utamanya hotel berbintang dalam waktu dekat. ``Kami mendapat cukup banyak keluhan dari teman-teman pengelola hotel di Balikpapan. Intinya, mereka mengaku resah dengan adanya rencana razia miras yang bakal dilakukan sebuah instansi di sejumlah hotel berbintang di kota ini,’’ kata Hendro W Umbas, pengurus Kadin Balikpapan bidang pariwisata dan perhotelan.

Menurut Hendro, kabar resahnya pengelola hotel di Kota Minyak ini, cepat menyeruak—setelah terbetik berita kalau ada rencana instansi terkait menggelar razia miras hingga ke hotel-hotel berbintang.

``Yang harus diketahui, Balikpapan itu kota jasa dan pariwisata, dimana hotel—terutama hotel berbintang adalah salah satu syarat untuk fasilitas penunjang utama di bisnis ini,’’ ucapnya.

Bagi sebagian tamu hotel berbintang, tandas Hendro, terutama di Balikpapan yang dikenal banyak diisi kalangan ekspatriat dan warga asing yang bekerja di sektor migas di kota ini, tentu tidak ingin kenyamannya terganggu—gara-gara adanya razia miras.

``Seperti kita tahu, bagi warga asing, enjoy dan beristirahat di hotel, restoran bahkan kafe terbaik di kota ini, adalah suatu tuntutan.

Tidak jarang, karena sudah jadi budaya warga asing, meminum minuman berakohol adalah hal biasa,’’ ujarnya.

Ketika razia miras dilakukan, tandas Hendro, dampaknya bisa sangat luar biasa. Kota Balikpapan, ucap dia, pernah mengalami kejadian buruk saat kebijakan manajemen kependudukan kali pertama diterapkan.

Saat itu, petugas yang kebablasan langsung merazia sejumlah turis asing dari Jepang yang kebetulan berada di Pantai Manggar. Dampaknya, yang protes bukan hanya para turis itu, tapi komplain hingga ke kedutaan besar mereka di Jakarta dan kabar ini meluas hingga ke mancanegara.

``Tentu, kita tidak ingin kejadian pahit tadi terulang lagi, gara-gara adanya razia miras ke hotel-hotel berbintang.

Kalau mau razia, bukan di hotel, tapi di tempat-tempat yang tidak semestinya yang selama ini cenderung memicu angka kriminalitas di Balikpapan,’’ paparnya. Karena itu, lanjut Hendro, Kadin bersama PHRI dalam waktu dekat akan menyurati Pemkot Balikpapan terkait rencana ini.

``Kalau mau mengawasi peredaran miras, idealnya melibatkan Polisi Pariwisata saja, yang sudah dibentuk Polda Kaltim.

Itu jauh lebih bijak. Apalagi, polisi pariwisatanya dari para polisi wanita (polwan). Kita berharap, Balikpapan bisa seperti di Bali. Tetap waspada dengan keamanan, tapi para tamu hotel dan turis asing tetap nyaman berlibur ke Bali,’’ sergahnya. (net/K-4)