Tersangkut permasalah ini, sudah dilakukan lidik dan lakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara oleh Kepolisian)
BANJARMASIN, KP - Seorang pekerja bangunan di area Pusat Perbelanjaan Duta Mall Banjarmasin, tewas setelah `terjun bebas’ (terjatuh,red) dari lantai atas, Kamis (14/7) siang, sekitar pukul 11.30 WITA.
Korban diketahui bernama Ismail (30), warga Desa Kait-kait RT III RW 01 Bati-bati Kabupaten Tanah Laut ini, menghembuskan napas terakhir sesaat setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.
Selanjutnya, jenazah Ismail diantar kerumah duka atau rumah keluarganya yang berada di Bati-Bati untuk kemudian disemayamkan guna pemakaman.
Berdasarkan Informasi dihimpun KP, Ismail diketahui terjatuh dari lantai VII ke lantai dasar di area Duta Mall ketika melakukan proyek pembangunan di Hotel Mercure.
Pembangunan Hotel Mercure yang berada di area Duta Mall beralamatkan di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin ini sendiri `digarap’ PT Wiguna Duta Graha (WDG), sebagai developer.
Sementara tersangkut kasus tewasnya salah satu pekerja di area Duta Mall, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Andi Adnan Sik, ketika dikonfirmasi membenarkan kalau menangani, dan saat ini masih dalam tahap lidik.
``Tersangkut permasalah ini kita sudah dilakukan lidik dan lakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)’’ jelas Kasat.
Disinggung mengenai adanya dugaan terjadi kecelakaan kerja hingga menyebabkan tewasnya Ismail dari lantai atas. Kasat mengatakan, belum bisa memastikan siapa yang harus bertanggung jawab, karena belum dimintai keterangan.
``Rencananya besok (Jumat ini,red) kita akan panggil pihak-pihak yang terkait tersangkut kasus ini,’’ tambahnya.
Sementara disebut bahwa Hotel dan Duta Mall bukanlah jadi satu manejemen, melainkan hanya saling kerjasama sehingga dengan tewas buruh lepas tersebut bukan tanggung jawab dari pihak Duta Mall
Disisi lain, pihak pelaksana pembangunan hotel sepertinya bertanggung jawab atas tewasnya Ismail, mulai biaya tindakan medis hingga proses pemakaman.
Pembangunan hotel yang menjulang di lokasi Duta Mall ini sendiri, sempat dipertanyakan soal kekuatannya.
Namun, meski demikian oleh pihak pelaksana menjamin kalau bisa dilaksanakan hingga akhirnya terus digarap pembangunannya.
Bahkan, ada dugaan saat itu karena beban pembangunan hotel bertingkat tinggi cukup berat, mempengarhui fisik bangunan di pusat Duta Mall, yang berdempetan pembangunan hotelnya, sampai ada keretakan bagian lantai pusat perbelanjaan itu.
Kepanikan pengunjung pernah terjadi pula kalau Duta Mall ingin runtuh. Waktu itu mendapat perhatian semua pihak, termasuk Polda Kalsel, hingga melakukan pemangilan terhadap pimpinan setempat dan para pelaksana pembangunan hotel. (yul/K-4)



