Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Hukum & Kriminal Kriminalitas Dua Anggota LSM LEKEM Ditusuk

Dua Anggota LSM LEKEM Ditusuk

E-mail Cetak PDF

BANJARMASIN, KP – Dua anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Lembaga Kerukunan Mayarakat Kalimantan (LEKEM) yakni Aspihan (40) dan Faturrahman (35), menjadi korban penusukan oleh orang yang tak dikenal, Rabu (10/3) malam, sekitar pukul 20.00 WITA, di Jalan Letjen R Soeprapto, tepatnya di depan Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin Tengah.
Akibat itu, Aspihan mengalami luka tusuk di dada sebelah kiri, tepatnya di bawah ketiak. Sedangkan Faturrahman sedikit beruntung, hanya mengalami luka goresan pada lengan kirinya.

Informasi terhimpun KP, korban yang diketahui warga Jalan Sei Andai Komplek Mandiri Perdana RT 49 No 1 Banjarmasin Utara tersebut, berniat pulang ke rumahnya bersama rekannya Faturrahman setelah selesai makan di rumah makan siap saji Texas Fried Chicken yang terletak di kawasan Jalan Lambung Mangkurat.

Tanpa menyangka, Aspiani yang dibonceng temannya naik motor Suzuki Spin, dipepet pengendara yang tak dikenalnya dan langsung melakukan penusukan ke tubuh korban, sampai kendaraan yang ditungganginya oleng, dan untungnya tak samapi terjatuh.

Sedangkan Faturrahman, sempat terkena goresan senjata tajam waktu pelaku itu mengamuki rekannya.

Faturrahman yang diketahui warga Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu itu, langsung membawanya ke Rumah Sakit (RS) Islam Banjarmasin, dan kasusnya telah dilaporkan ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah.

Sejumlah petugas langsung menuju ke RS Islam Banjarmasin untuk melihat kondisi korban. Faturrahman yang saksi atas kejadian tersebut dibawa petugas ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah, untuk dimintai keterangannya.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian Aspiani yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Martapura itu mendapatkan telpon via Handphone, sekitar pukul 17.00 WITA oleh seseorang yang tak dikenal, agar membatalkan aksi demo yang akan digelar LSM-nya di Kejati Kalsel pada Kamis (12/3).

Akan tetapi, korban enggan membatalkan, lantaran aksi demo yang digelarnya tersebut hanya untuk meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel mengusut tuntas kasus-kasus hukum tanpa pandang bulu, siapapun orangnya yang terlibat, meski seorang pejabat tinggi di pemerintahan sekalipun.

Di samping itu, demo itu murni datangnya dari hati nurani LSM LEKEM. Artinya tanpa dibayar oleh pihak manapun.

‘’Kita LSM independent, bergerak murni dari hati nurani, bukan antek dari pihak manapun,’’ tegas salah satu rekan korban.

Tak lama berselang setelah menerima telpon gelap itu, korban pergi makan ke Texas bersama Faturrahman. Dirasa selesai, korban pulang menuju ke rumahnya, dibonceng oleh Faturrahman, kemudian terjadilah peristiwa penikaman tersebut.

Saat ini korban menjalani perawatan intensif di RS Sakit Islam Banjarmasin, akibat luka yang dideritanya mengalami infeksi. Dan korban, harus menjalani beberapa kali operasi.

Tetap Digelar
Kapolsekta Banjarmasin Tengah, AKP Sabana Atmojo SIk, mengatakan kasusnya diproses
terus dan tersangkanya masih dalam penyelidikan.

‘’Kita sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi, agar kasus ini cepat terungkap dan pelakunya segera tertangkap,’’ katanya.

Sementara Berdasarkan pantauan KP, LSM LEKEM, Kamis (11/3), tetap menggelar aksi demo damai nya di Kejati Kalsel di Jalan DI Panjaitan Banjarmasin.

Mereka meminta agar pihak Kejati menegakkan hukum di `Bumi Lambung Mangkurat’ ini tanpa pandang bulu.

Puluhan anggota LSM diterima Wakajati, AR Nasarudien didampingi Asisiten Intelijen, Sumardi, menyampaikan aspirasi soal dugaan korupsi yang terjadi di daerah ini. (fik-c/hid/K-4)