• Hari ini : Jumat, 22 Juni 2018

Ibnu Janji Perbanyak RPTRA di Banjarmasin

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, Wakil Ketua I dan II TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah dan Hj Aneta Olpah asyik bermain dengan anak-anak TK usai melakukan peresmian penggunaan RPTRA, Rabu (08/11), dan tampak akrab.

BANJARMASIN, KP – Pemko Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Banjarmasin akan memperbanyak Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) minimal di masing-masing kecamatan satu taman bermain yang bisa dibanggakan.

“Kehadiran RPTRA ini, Insya Allah diharapkan menambah semarak kota. Apalagi Banjarmasin sudah ditetapkan Kementerian Perlindungan Anak dan Perempuan sebagai Kota Layak Anak,’’ ujar Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat menyampaikan sambutannya pada Peresmian Penggunaan RPTRA di Bawah Jembatan Banua Anyar Banjarmasin, Rabu (8/11).

Dihadapan anak-anak dan tamu undangan, politisi PKS ini juga mengatakan, pemfungsian RPTRA dengan lokasi di bawah jembatan ini karena memang terbatasnya lahan. Disisi lain, amanah UU dimana sebuah kota harus menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30 persen. Karena itulah Banjarmasin akan membangun semua sudut kota menjadi taman.

Selain melakukan peresmian RPTRA, Walikota juga menandatangani peresmian Tugu Adipura dan Kelabau yang merupakan salah satu icon Kota Banjarmasin. Namun karena tempatkan berjauhan peresmian dilakukan satu tempat di lokasi RPTRA di Bawah Jembatan Banua Hayar yang memang sejak awal masyarakat meminta untuk dibangunkan taman bermain.

Pada peresmian yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, dan Wakil Ketua I dan II TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah dan Hj Aneta olpah itu, Ibnu Sina juga mengharapkan dukungan dari masyarakat Kota Bnajarmasin yang akan merencanakan pembangunan rumah-rumah publik atau taman-taman publik yang bisa dinikmati sehingga Kota Banjarmasin benar-benar menjadi kota yang layak huni.

“Kami sudah bersama-sama berkomitmen bersama 27 walikota dan bupati di Hari Kota Dunia (World City’s Day) di Kementerian PUPR, untuk membangun kota-kota layak huni atau kota yang berkelanjutan,’’ terangnya.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengungkapkan, untuk Banjarmasin dari total luas wilayah 98,64 kilometer persegi, 70 persen sudah didominasi pemukiman. Sehingga jika peraturan 30 persen wilayah harus merupakan RTH maka tidak akan ada lagi lahan untuk pembangunan lain.

“Jangan sampai kota disamakan dengan kabupaten, 30 persen untuk Ruang Terbuka Hijau, itu pasti tidak akan terpenuhi,’’ papar politisi PKS ini.

Selain itu dia menyampaikan, saat ini Banjarmasin terus berupaya memanfaatkan ruang-ruang yang masih tersisa untuk dijadikan RTH. Selain bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik, juga untuk menghindari adanya kemungkinan pemanfaatan menjadi kawasan kumuh. Seperti halnya Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Bawah Jembatan Banua Anyar yang baru saja selesai dibangun.

“Makanya kita ingin memanfaatkan ruang yang tersisa apakah dengan sistem vetikal garden (taman vertikal). Atau memanfaatkan ruang publik yang ada seperti RPTRA Benua Anyar. Dulunya itu adalah ruang mati. Kalau di kota-kota besar itu bisa dimanfaatkan orang menjadi ruang kumuh, makanya kita maanfaatkan,’’ kata Ibnu.

Jadi, untuk RPTRA Banua Anyar, Ibnu berpendapat lokasi tersebut cukup strategis. selain pemanfaatan lahan kosong, lokasi itu juga berdekatan dengan pemukiman warga. Sehingga diharapkan ada keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memelihara RPTRA.

“Disitu ada jaminan keberlangsungan karena dekat dengan pemukiman. Tugas berikutnya menumbuhkan swadaya masyarakat untuk menjaga ruang publik itu, jangan sampai biasanya kita mudah membangun tapi sulit untuk memelihara. Mari kita bersama-sama, dan itu aman InsyaA llah, karena kontruksinya sudah dicek,’’ demikian Walikota Banjarmasin Ibnu Sina H Ibnu. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua