• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Ibnu Lega, Pembangunan RS Didukung DPR

Ibnu Sina
Ibnu Sina

Banjarmasin, KP  – Kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah milik Pemerintah Kota Banjarmasin disetujui dianggarkan sistem tahun jama atau multiyears dari 2017, 2018 dan 2019.

Dengan disetujuinya penyelesaian pembangunan RS yang berlokasi di Jalan RK Ilir Banjarmasin Selatan ini sesuai ditandatanganinya nota kesepahaman bersama KUA PPAS APBD tahun anggaran 2017 serta nota kesepahaman tentang kegiatan tuhun jamak (Multiyears) pada rapat paripurna dewan, pekan lalu.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina di Balaikota, menyatakan, salah satu program strategis dalam pembangunan Kota Banjarmasin adalah rumah sakit, di mana biaya yang masih diperlukan sebesar Rp180 miliar.
Tentunya, kata dia, pembiayaan pembangunan RS ini tidak bisa dilakukan secara keseluruhan dalam satu penganggaran, sebab kemampuan APBD yang tidak memungkinkan.

“Sehingga untuk menjamin pembangunannya berkelanjutan dengan baik, maka dibijaksanai dengan dianggarkan secara multiyears,” terang Ibnu Sina.

Menurut dia, pada Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2017 untuk kelanjutan pembangunan RS ini ditetapkan anggaran sebesar Rp38 miliar.

Dia memastikan, Pemko akan menganggarkan hingga totalnya mencapai Rp180 miliar dalam priode 2018 dan 2019.

“Karena pembangunan RS ini prioritas, tentunya akan ada program yang begitu mendesak akan ditunda, demi suksesnya ini,” papar Ibnu.
Apalagi, tutur dia, APBD 2017 mengalami penurunan hingga 12 persen dari tahun ini sebesar Rp1,7 triliun menjadi Rp1,5 triliun, lantaran berkurangnya sharing dana dari pusat.

“Jadi program yang belum sesuai visi dan misi kita dikeluarkan untuk efesiensi anggaran,” ujarnya.

Khusus terkait APBD 2017 yang berkurang namun prioritas pembangunan RS akan dilakukan secepatnya dengan sistem penganggaran multiyears sebesar Rp180 miliar, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali menyatakan kesepakatannya.
“Tanda bukti kami dewan sepakat dengan menandatanganinya nota kesepahaman ini,” ujar politisi Golkar itu.

Menurut dia, keberadaan RS ini sangat penting bagi kemaksimalan pelayanan kesehatan masyarakat, apalagi pemerintah kota belum memiliki RS.“Kalau untuk kepentingan kesehatan masyarakat ini, tentunya disetujui semua,” ujarnya.

Pembangunan RS Sultan Suriansyah yang berdekatan dengan Sungai Martapura sudah dimulai sejak 2015 dengan pembangunan gedung IGD, pada 2016 disejajarnya dibangun gedung laundry dan pemulasaraan mayat.

Direncanakan anggaran Rp180 miliar mulai pada 2017 berupa pembangunan gedung induk penginapan pasein sepuluh lantai, hingga seterusnya kefasilitas lainnya, termasuk wilayah parkir. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua