• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Ibnu Minta Pemotongan Unggas Masuk RPH

KANDANG AYAM – Inilah keberadaan kandang ayam di tengah kota, padahal sejak 2012 lalu sudah ada aturan yang melarang pemotongan unggas di dalam kota. (KP/Narti)

BANJARMASIN, KP – Menyusul masih operasionalnnya pelaksanaan pemotongan unggas di beberapa titik di dalam kota, apakah itu di Pasar Sudi Rapi, Pasar Lama, Kampung Gedang, Sungai Lulut dan belakang Pasar Antasari Banjarmasin supaya segera dipindahkan dan tak ada di dalam kota lagi.

Hal ini penting karena memang ada peraturan yang sejak 2012, pemerintah sudah melarang dan pelan-pelan para pengusaha ayam potong dan sejenisnya bisa mematuhi peraturan tersebut. Karena larangan adanya pemotongan unggas di dalam kota sudah jelas.

“Kita ingin semua pemotongan unggas yang masih di dalam kota bisa dipindahkan ke RPH Basirih dan ini sudah aturan dan perjanjiannya sudah harus bersih dari dalam kota, termasuk di Pasar Sudi Rapi,’’ ungkap Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menanggapi temuan hasil sidak pemotongan unggas dilakukan di wilayah Pasar Lima Banjarmasin saat sidak bersama Wakil Walikkota Banjarmasin, Sekdako Banjarmasin dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin, Selasa (9/1).

Jadi, pemotongan unggas yang masih berjualan dan melakukan pemotongan di dalam kota dan belum pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum diharapkan pelan-pelan dipindahkan. “Kita ingin Dinas Pertanian memikirkan dan merencanakan pemindahan pemotongan unggas yang masih di Pasar Lima,’’ ungkap Walikota lagi.

Selain memerintahkan Dinas Pertanian untuk segera menyiapkan masalah ini. Karena, ujarnya, pemotongan unggas itu sudah diatur bahwa pemotongan di arahkan ke lokasi Rumah Potong Hewan di RPH Basirih yang dikelola Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin.

Asisten II Sekdako Banjarmasin Drs H Hamdi juga sangat menyesalkan jika masih ada pemotongan hewan unggas di dalam kota. Ini menjadi perhatian kita semua, karena selain limbahnya dialirkan kesungai juga bulunya dan sebagainya tentu hal ini menjadi salah satu pemicu sungai kita yang makin kotor.

“Terus terang saya tak menyangka kalau masih ditemukan kegiatan pemotongan ayam di tengah kota. Padahal Sudah jelas dilarang dan pemotongan unggas sebenarnya sudah dialokasikan di RPH Basirih,’’ungkap mantan kepala Dinas DLH ini.

Ia juga menyadari kalau relokasi pemotongan ayam masih ada tertinggal. Karena itulah Pemko Banjarmasin bersamaan dengan rencana pemindahan pemotongan ayam dan penyembelihannya harus dilakukan di RPH Basirih yang sudah lama diberlakukan.

“Kita akan segara melakukan rapat bersama pengelola RPH dalam hal ini Dinas Pertanian dan jajaran terkait untuk membahas kegiatan pemotongan dan pemeliharana ayam yang jelas tak dibolehkan ditengah kota,’’demikian Assisten II Sekdako Banjarmasin Drs H Hamdi.

Sebelumnya Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah mengaku kaget dengan masih ditemukan kegiatan pemotongan ayam di tengah kota. Padahal Sudah jelas dilarang dan pemotongan unggas sebenarnya sudah dialokasikan di RPH Basirih

Ia juga menyadari kalau relokasi pemotongan ayam masih ada tertinggal. Karena itulah Pemko Banjarmasin bersamaan dengan rencana pemindahan pemotongan ayam dan penyembelihannya harus dilakukan di RPH Basirih yang sudah lama diberlakukan.

“Kita akan segara melakukan rapat bersama pengelola RPH dalam hal ini Dinas Pertanian dan jajaran terkait untuk membahas kegiatan pemotongan dan pemeliharana ayam yang jelas tak dibolehkan ditengah kota,’’ ungkapnya.(vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua