• Hari ini : Sabtu, 21 Juli 2018

Ibnu Sina Apresiasi Konferensi Internasional

KONFERENSI INTERNASIONAL - Walikota Banjarmasin menyerahkan plakat kepada peserta Konferensi Internasional Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer, di Menara Pandang Piere Tendean Banjarmasin, Kamis (11/8), yang didampingi Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, FKPD dan instansi vertikal Kota Banjarmasin, Rektor IAIN Antasari HA. Fauzi Aseri beserta Wakil Rektor, para narasumber dari Negara Asia Tenggara, Pangeran H Rusdi Effendi AR, kepala SKPD terkait Pemerintah Kota Banjarmasin, Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan Regional 9 Kalimantan, Pimpinan Bank Kalsel, dan Civitas Akademika IAIN Antasari Banjarmasin.

Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menutup penyelenggaraan Konferensi Internasional Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer, di Menara Pandang Piere Tendean Banjarmasin, Kamis (11/8).

Konferensi Internasional Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer kerjasama antara Institut Agama Islam Indonesia (IAIN) Antasari Banjarmasin dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan ucapan selamat datang kepada kulaan banjar dan apresiasi atas inisiasi IAIN Antasari dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan kajian tentang orang Banjar memang sangat mendesak untuk dilakukan.

Pada acara tersebut memang ada tiga point penting dalam Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer yang meliputi tiga komitmen yang diantaranya adalah meliputi Diaspora Urang Banjar hingga lingkup Asia dan Timur Tengah.

Kemudian kajian ini penting untuk membangun modal sosial bagi pembangunan di banua kita. Kemudian sisi kekinian Urang Banjar. Membincangkan Urang Banjar kontemporer tentu tidak bisa dilepaskan dari masa lalu. Karena itu, penting sekali melihat bagaimana transformasi Urang Banjar masa kini, baik dari sisi perubahan maupun kesinambungan identitas agama, sosial dan budaya.

Selanjutnya, terkait dengan transformasi sosial, tentu dinamika intelektual Islam Urang Banjar juga menjadi point penting untuk diperbincangkan karena sosial-historis, Islam Banjar memiliki posisi dan peran yang sangat signifikan dalam jaringan intelektual Islam nusantara.

Ibnu Sina juga menegaskan bahwa kajian seperti ini terus dilakukan sehingga memberikan sebuah pemahaman yang mendalam bagi kita bagaimana migrasi orang Banjar, bagaimana adaptasi orang banjar, tranformasi intelektualnya dan kajian-kajian kontemporer lainnya.

Ia menambahkan untuk melakukan kerjasama dari sisi universitas ke
universitas, dan universitas lain di Asia Tenggara untuk melakukan kajian tentang Banjar. Ia juga mengatakan langkah awal dan ada tindak lanjut seluruh kegiatan yang bermanfaat seperti ini.

Ia meminta dukungan apapun yang mereka ketahui tentang Kota Banjarmasin, bisa disampaikan melalui tulisan, sosial media dan melalui kajian-kajian lainnya di tingkat universitas atau perguruan tinggi. Sehingga Banjarmasin dan Kalimantan Selatan dikenal di seluruh Asia Tenggara, ujarnya.

Walikota Banjarmasin menyerahkan plakat kepada beberapa perwakilan daerah. Ikut adir Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, FKPD dan instansi vertikal Kota Banjarmasin, Rektor IAIN Antasari HA Fauzi Aseri beserta Wakil Rektor, para Narasumber dari Negara Asia Tenggara, Pangeran H Rusdi Effendi AR, Kepala SKPD terkait di Pemerintah Kota Banjarmasin, Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan Regional 9 Kalimantan, Pimpinan Bank Kalsel, dan Civitas Akademika IAIN Antasari Banjarmasin. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua