• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Ikan Kering Sungai dan Laut Naik

Ikan kering laut dan sungai dalam beberapa pekan ini sama-sama naik harganya dijual disejumlah pasar tradisional sehingga para ibu rumah tangga dan penjual makanan siap saji mengeluhkannya.
Ikan kering laut dan sungai dalam beberapa pekan ini sama-sama naik harganya dijual disejumlah pasar tradisional sehingga para ibu rumah tangga dan penjual makanan siap saji mengeluhkannya.

Banjarmasin, KP – Memasuki bulan puasa pasokan ikan kering sungai dan laut semakin berkurang disejumlah pasar tradisional imbasnya harga jual naik hingga beberapa kali lipat seperti ikan telang, peda, haruan hingga pepuyu.

Pantauan wartawan dilapangan Jumat (28/4) harga ikan kering yang menjadi paforit warga banua yakni ikan kering telang dijual sama antara lapak pedagang satu dengan lapak pedagang lainnya di Sentra Antasari dan Teluk Dalam dijual berbeda Rp120,000,- per kilonya termasuk tongkol dijual hanya  Rp80,000,- per kilonya.

“Tinggal pembeli saja lagi bisa-bisa memilih mana ikan kering berkualitas terbaik atau mana ikan kering yang kurang baik, karena harga jual kami beda-beda semua tergantung kualitas ikan keringnya sama,” kata Inas penjual ikan kering asal Desa Tabanio Pasar Sentra Antasari, kepada wartawan.

Bulan-bulan ini memang pasokan ikan kering terus berkurang terutama asal Tabanio Pelaihari karena lebih dipengaruhi anomali cuaca saat ini sedangkan Kota Banjarmasin pasokan ikan keringnya lebih banyak asal Tabanio karena ikannya sangat disukai warga perkotaan terutama ikan telang dan tongkol.

Menurut Inas, selain menjual ikan kering telang yang menjadi pilihan warga perkotaan para pedagang juga menjual ikan kakap kering dijual sekitar Rp120,000,- per kilonya, serta ikan kering selungsungan besar sekitar Rp50,000,- ada kenaikan dikisaran Rp5000,- per kilonya.

Begitu juga dengan ikan kering menangin dijual Rp70,000,- per kilonya serta ikan kering peda dijual per ekor Rp5000,- sampai Rp6000,- dan cumi-cumi dijual Rp12,000,- per bungkusnya.

Biasanya warga yang mebeli ikan kering telang langsung 1 ekor dengan harga Rp120,000 ribuan karena beratnya lebih dari 1 kiloan,” tambah H Idar.

“Alhamdulillah, sekitar 100 kilo lebih dalam beberapa bulan ini terjual khususnya ikan kering telang karena tingginya permintaan,” jelas ibu 3 anak ini.

Meskipun harga naik permintaan masih tinggi sehari-harinya termasuk ikan sungai, ikan sepat dijual Rp80,000,- per kilonya ikan papuyu dijual Rp50 ribu per kilonya sehari bisa terjual 60 hingga 80 kilo seharinya karena permintaan masih tinggi baik dari ibu rumah tangga juga penjual makanan siap saji dan catringan.

Dikatakan naiknya harga ikan keiring karena pasokan terus berkurang dari sentra penghasil seperti asal Kotabaru dan Pelaihari kawasan Tabanio yang biasanya setiap minggu selalu datang ke Banjarmasin baik menggunakan R2 dan R4.

“Kami sebagai ibu rumah tangga merasa semakin berat dengan mulai naiknya ikan sungai dan ikan laut kering beberapa bulan ini apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan sehingga kami tidak banyak  memiliki banyak pilihan karena ikan kering sungai dan laut sama-sama naik,” sebut warga Gang Maluku Pasar Lama ini.

Hal yang sama diungkapkan Idah penjual makanan siap saji dikawasan Jalan Sulawesi, pembeli terus mengeluhkan karena harga jual ikan kering yang dijual per piring kecil naik sebelumnya Rp10,000,- naik menjadi Rp15000 untuk ikan kering telang termasuk penjualan ikan haruan kering goreng dan cumi-cumi. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua