• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Internal TC Atlet Dancesport Kota Banjarmasin Terkendala Dana

Hj Sulastri (tengah) dan Yenny W
Hj Sulastri (tengah) dan Yenny W

BANJARMASIN, KP – Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Banjarmasin sudah mempersiapkan sejumlah atlet dansa Banjarmasin yang diproyeksikan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Tabalong 2017.

Namun sejauh ini, induk olahraga sport dansa di kota seribu sungai ini belum berani melakukan internal training center (TC) sebagai persiapan awal menuju Porprov, padahal program Internal TC sudah dibuat.

Menurut ketua umum IODI Banjarmasin Sulastri, internal TC itu tak bisa jalan karena terkendala dana, sebab IODI Banjarmasin punya rencana untuk mendatangkan pelatih dan koreografi nasional untuk internal TC itu.

“Ada beberapa atlet yang sudah kami siapkan namun sejauh ini kami belum melakukan internal TC sebab untuk melakukan internal TC perlu dana besar, jadi untuk sementara atlet diminta untuk latihan secara mandiri,” ungkap Sulastri, kepada wartawan Selasa (15/11) kemarin.

Dikatakan Sulastri, IODI Banjarmasin tak mau membiarkan situasi tersebut berlarut-larut, karena persiapan POrprov merupakan agenda yang penting, IODI Banjarmasin  pun akan mencarikan solusi terbaik.

Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarmasin, selaku penanggung jawab kontingen Banjarmasin pada pesta olahraga multi even tingkat provinsi tersebut.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan rapat untuk mencari solusi agar IODI Banjarmasin bisa dengan cepat melakukan internasl TC menuju POrprov, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk tim dansa Banjarmasin,” pungkas Sulastri.

Sulastri yang merupakan Manager Team Dancesport Kalsel di PON XIX Jabar bulan September 2016 lalu, menjelaskan bahwa olahraga dancesport terbilang mahal, karena bila ingin tampil maksimal, selain melakukan latihan intensif dengan tenaga pelatih atau instruktur berlisensi nasional dan internasional, juga harus memperrhatikan kostum yang akan dikenakan.

‘’Atlet dancesport pasti akan minder manakala akan tampil di lantai dancesport, melihat kostum atlet daerah lain yang luxury dengan brand dari Eropa. Karena itu bila ingin tampil pada even nasional, perrsiapan harus matang, termasuk anggaran untuk kostum yang relative sangat mahal. Kalau tidak bias memenuhi kita sulit untuk berharap mampu meraih prestasi terbaik,’’ tandas Sulastri. (rel/k-9)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua