• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Investor Diminta Berkontribusi Perangi Kemiskinan

Foto/ilustrasi : Perangi Kemiskinan
Foto/ilustrasi : Perangi Kemiskinan

PALANGKA RAYA, KP – Investor yang menanamkan modalnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan memberi kontribusi yang signifikan bagi daerah. Pasalnya Kalteng masih banyak membutuhkan dana pembangunan untuk memberantas kemiskinan yang melilit rakyatnya.

Hal itu ditegaskan Gubhernur Kalteng Sugianto Sabran di Pangkalan Bun, Selasa (3/8) terkait banyaknnya investor yang beroperasi di Kalteng, namun sejauh ini belum berkontribusi bagi pembangunan daerah, baik pertambangan, perkebunan, kehutanan maupun sektor lainnya.

Gubernur mengingatkan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh sejauh mana kontribusi sejumlah perusahaan di Kalteng, bahkan bila merugikan daerah dengan tidak melakukan amdal yang benar, terancam ditutup, sebab hanya mendatangkan melapetaka bagi rakyat Kalteng, imbuhnya.

Pasalnya angka kemiskinan di Kalteng dalam beberapa tahun terakhir mencapai 5,36 persen dari seluruh penduduk yang mencapai 2,4 juta jiwa, angka itu ditegaskan harus diturunkan, sebab Kalteng sebenarnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang memadai untuk memberikan kesejahteraan rakyatnya.

Bila SDA hanya dikerok oleh investor luar, dan hanya meninggalkan kerusakaan lingkungan, dan tak memberikan hasil apa-apa buat daerah, untuk apa perusahaan itu ada di kalteng, lebih baik kita ditutup, dengan cara mencabut ijinnya sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku, terangnya kepada pers.

Untuk investor perkebunan sawit diingatkan untuk melaksanakan kewajibannya membangun plasma 20 persen bagi rakyat sekitar, sehingga rakyat tidak hanya jadi penonton ditanah leluhurnya, dan akan menjadi bom waktu dikemudian hari bila tidak direalisasikan. Ini harus dipahami, tegas Sugianto Sabran.

Gubernur beberapa kali dalam berbagai kesempatan menegaskan, ia bersama Wakil Gubernur telah menetapkan tiga hal terpenting dilaksanakan, pertama memerangi narkoba dengan menjanjikan bonus tembak ditempat bagi pelaku pengedarnya, kedua memerangi korupsi agar jangan terjadi era kepemimpinannya, dan ketiga memerangi kemiskinan yang melilit rakyat Kalteng.

Sedangkan pembangunan di bagi menjadi dua wilayah, pertama kawasan industri wilayah barat Kalteng meliputi Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Seruyan dan Kotawaringin Timur, berikutnya kawasan tengah dan timur menjadi kawasan pengembangan, dan bagian utaranya menjadi kawasan penyangga agar Kalteng tidak kebanjiran saat musim hujan, dan kekeringan musim kemarau. (drt/K-8)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua