• Hari ini : Senin, 23 Juli 2018

Istikharah, Tamliha Mundur Pencalonan DPD RI

BANJARMASIN, KP – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syaifullah Tamliha resmi mundur dari pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI.

Rabu (11/7) malam, ia menyerahkan surat pernyataan mundur kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KUPD) Kalsel.

Anggota DPR RI ini mundur dari pencalonan DPD setelah dicalonkan kembali oleh PPP di lembaga yang sama.

“Sebelumnya saya mendaftar di DPD karena belum ada kepastian dari partai, belum ada pencalonan dari partai,’’ ujarnya.

Menurut Tamliha, keputusan untuk mundur dari pencalonan DPD tersebut tidak hanya keputusan dirinya. Ia juga meminta petunjuk dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Ia mengaku sebelum menetapkan keputusan melakukan Shalat Istikharat untuk meminta petunjuk dari Tuhan.

Ditanya berapa melakukan shalat itu. Tamliha menyebut hanya sekali.

“Cukup sekali salat keputusan saya bulat untuk memilih DPR RI,’’ ucapnya.

Tamliha cukup lama berkonsultasi dengan Komisioner KPU Kalsel Devisi Teknis, Sarmuji di ruang Ketua KPU Kalsel terkait pengunduran dirinya.

Padahal Tamliha sendiri sebelumnya sudah memiliki jumlah syarat dukungan maksimal sesuai syarat yang ditentukan.

Yakni 2.000 copy E-KTP. Bahkan, hasil verifikasi faktual lalu, jumlah dukungan copy E-KTP yang dimilikinya mencapai 2.961.

Jumlah itu ditetapkan KPU memenuhi syarat (MS) dukungan.

Untuk menjadi calon, Tamliha padahal tinggal melakukan pendaftaran dengan menyerahkan dokumen administrasi pendaftaran bakal calon anggota DPD RI asal Kalsel ke KPU.

KPU Kalsel sendiri di hari terakhir pendaftaran Anggota DPD RI kemarin, membuka pintu pendaftaran hingga pukul 24.00 WITA.

Kepada awak media, Tamliha mengungkapkan dirinya memilih partai untuk bertarung menjadi seorang anggota legislatif.

Hal ini diungkapkannya karena perintah langsung dari Ketua Umum PPP, Romahurmuzy bahwa para incumbent untuk dan maju kembali lewat pencalonan DPR RI.

Selain Tamliha, empat orang bakal calon senator Kalsel yang sebelumnya menyerahkan syarat dukungan copy E-KTP hingga dilakukan verifikasi faktual, seperti Favi Aditya Ikhsan, Hasanuddin Murad, Habib Ahmad Bahasyim dan Habib Ahmad Baharun tak melakukan pendaftaran.

Praktis bakal calon yang akan di proses syarat pencalonan sebagai Anggota DPD RI asal Kalsel hanya 14 orang. Mereka adalah, Gusti Farid Hasan Aman, Habib Abdurrahman Bahasyim, Samsani, Hesly Junianto, Muhammad Ihsanuddin, Habib Hamid Abdullah, Agustina Nur Martina, Antung Fatmawati, Sayid Zakaria Bahasyim, Aunul Hadi, Soegeng Susanto, Adhariani, Sofwat Hadi, M Suriani Shidiq.

Dari semua berkas pendaftaran yang diterima KPU Kalsel kemarin, selanjutnya akan dilakukan verifikasi dokumen pendaftaran mulai hari ini hingga 18 Juli.

Selanjutnya, pada 19-20 Juli dilakukan pemberitahuan hasil veirifikasi dokumen pendaftaran.

Para bakal calon tak serta merta dinyatakan sebagai calon meski syarat dokumen pendaftaran lengkap.

Bagi yang masih Tak Memenuhi Syarat (TMS) dukungan minimal copy E-KTP sejumlah 2000, mereka harus melengkapi kembali, dan akan dilakukan verifikasi faktual ulang.

“Tanggal 21-24 Juli para Balon yang dinyatakan masih TMS harus menyerahkan perbaikan jumlah syarat dukungan di tanggal tersebut,’’ kata Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah.

Pihaknya akan melakukan verifikasi faktual kembali pada 30 Juli-20 Agustus.

“Disini nantinya akan terlihat. Para Balon bisa saja mereka tak ditetapkan sebagai calon karena syarat dukugan tak terpenuhi,’’ terangnya.(mns/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua