• Hari ini : Kamis, 22 Februari 2018

Jagung Melimpah di Kotabaru

Foto Ilustrasi. (net)

Kotabaru, KP – Produksi hasil tanaman jagung di Kabupaten Kotabaru tahun 2017ke awal 2018 melimpah ruah dan menjadi primadona petani saat ini disbanding dengan tanaman tumpang sari lainnya, seperti kedelai dan padi gogo.

Demikian di sampaikan oleh PLT Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Kotabaru, Budi Antara kepada Wartawan 30/1 di ruang kerjanya.

Disampaikan bahwa, “panen jagung yang telah di lakukan di Kotabaru ini boleh dikatakan melimpah, seperti panen yang di hasilkan pekebun di Kecamatan Pamukan barat yang menghasilkan rata rata 6 hingga 7 ton per hektarenya, bahkan ada yang menembus hingga 8 ton per hektarnya. Smentara luasan tanaman jagung disana, termasuk sangat luas, yakni jika di catat hanya dengan lahan tanam bantuan dari kementrian berupa bibit dan pupuk, sudah mencapai 1800 hektare, belum lagi yang lainnya. Demikian juga di wilayah Kecamatan Pulau Laut Barat yang baru beberapa hari lalu telah di lakukan panen pada lahan 40 hektare, atas kerjasama dengan HTI Inhutani II, sementara masih ada 20 hektar lagi menyusul siap panen. Selain itu Inhutani II telah menyiapkan lahan seluas 5000 hektare terhusus untuk lahan perkebunan jagung ini “. Kata Budi antara Di damping Stafnya dari bidang tanaman Pangan.

Di sampaikan lagi oleh Budi antara Bahwa, “ Sayangnya jagung yang di produksi ini merupakan jagung pakan ternak, bukan jagung manis yang bisa kita konsumsi “. Katanya.

Dismpaikan bahwa, pemasaran hasil panen jagung untuk pakan ternak ini, tidak menjadi suatu pemikiran, karena Kotabaru sudah bekerjasama dengan Bayer dari Kabupaten Tanah Laut, Pelaihari, yang berproduksi pakan ternak, dan setiap kali panen, pihak mereka yang datang ke kotabaru untuk menjemput jagung hasil tanaman petani.

“Harga jagung berfariasi , yakni antara Rp. 3200 per kilogramnya hingga Rp. 2400 untuk jagung pipilan (yang telah di urai dari tongkolnya), kondisi kering. Sementara perlakuan tanam tumbuh jagung terkhusus di Kecamatan Pamukan Barat, termasuk tanam berkesinambungan hingga mencapai 3 kali panen dalam se tahunnya, karena umur jagung untuk sekali panen, memerlukan waktu 3 bulan. Jadi ketika panen telah mereka lakukan, batang bekas panen masih ada, di bawahnya sudah bersih dan siap di tanam lagi “. Terang Staf Bidang tanaman pangan Dinas Pertanian Kotabaru.

Dikatakan bahwa, pemeliharaan jagung di banding tanaman lainnya cenderung sangat praktis dan tidak rewel, “ sebab, kendati rumputnya mencapai ketinggian, setengah dari tingginya batang jagung, hal tersebut tidak mempengaruhi pertumbuhan dan kesuburan jagung. Sementara jenis hama, hanya satu yang kita selama ini ketahui, yakni hama penggerek batang saja. Dan itupun sangat jarang muncul, sehingga panen jagung untuk tahun 2017 ke awal 2018, sangat melimpah “. Katanya.

Disampaikan oleh Budi Antara bahwa, selain tanaman jagung ada juga tanaman kedelai yang luasannya tidak seberapa, yakni hanya berkisar 2300 hektare. Dan tidak begitu di minati oleh petani karena perlakuan perawatannya cenderung rewel. “ Kedelai ini tidak boleh terlalu basah, juga tidak boleh terlalu kering. Karena jika terlalu basah, malah akan membusuk dan tidak mau tumbuh. Demikian juga jika terlalu kering, atau kemarau, kedelai sama sekali tidak bisa tumbuh. Berbeda dengan jagung, hanya pada awalnya saja membutuhkan air yang tidak begitu banyak jika di bandingkan dengan tanam tumbuh padi sawah. Sehingga pemeliharaannya praktis lebih mudah. Selain itu padi gogo juga merupakan tanaman yang di minati petani kotabaru, hanya sayangnya saat ini dalam pekerjaan padi gogo ini di lakukan dengan TOT ( tanpa olah Tanah ), yang artinya hanya di lakukan perondapan untuk mematikan rumput dan pembabatan semak. Karena tidak diperbolehkan melakukan pembakaran “. Terang Budi antara.

Tahun 2017, di sampikan oleh Budi Antara bahwa biit jagung dan pupuk mendapatkan banytuan langsung dari pihak kementrian pertanian, sehingga di pamukan barat mendapatkan pembantuan sekitar 1800 hektare. (and/K-6)

 

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua