• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Jaringan Malaysia Tempelkan Shabu di Selangkangan

10-3-klm-tsk-ss

BANJARMASIN – Mengelabui aparat penegak hukum berbagai cara dilakukan jaringan narkoba, terlebih tarap internasional seperti dilakukan jaringan dari Malaysia yang diringkus tim gabungan dari TNI AU dan BNN Provinsi Kalsel, Jumat (23/9) lalu.

“Kasus terungkap berkat kerjasama semua pihak, terutama pihak Bandara Syamsuddin Noor, yang berhasil menggagalkan para pelaku terbang dengan tujuan Surabaya,’’ kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel, Kombes Pol Arnowo, pada press reales, Senin (26/9).

Dikatakan, kelima tersangka merupakan jaringan narkoba yang berasal dari Malaysia.

“Sebelumnya kita menerima informasi akan ada pengiriman barang dari Banjarmasin menuju Surabaya,’’ tambahnya.

Kelimanya ditangkap saat berada di Bandara Syamsuddin Noor, saat menunggu pemberangkat pesawat tujuan Surabaya, bahkan dua sudah sempat berada dalam pesawat.

Kelima tersangka, Rusliansyah Safari (31) Jalan H Djok Mentaya Gang Warda Rt 5 Rw 1, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Hendy Hermawan (28) Jalan Sutoyo Gang Purnawirawan No 27, Rusfiannor (24) Jalan H Djok Mentaya Gang Warga R0 6, Rudy (26) warga Sungai Miai Gang Tanjung IX No 33 Blok IV dan Ruslan Safari (30) warga Jalan Dahlia Gang Budaya Rt 028 Banjarmasin Tengah.

Pada awal diringkus Rusfianoor yang kedapatan membawa satu paket besar shabu dengan cara ditem,pelkan atau sembunyikan di selangkangan.

“Saat itu tersangka tidak bisa di diteksi dan berhasil melewati pemeriksaan, namun patugas di Bandara lebih jeli, karena melihat pelaku dengan jalan dan gerik-gerik yang mencurigakan, karena jalannya terlihat agak mengangkang, hingga dilakukan pemeriksaan dan ternyata benar tersangka menyembunyikan shabu seberat 800 gram atau 8 ons di selangkangannya,’’ jelas Arnowo.

Petugas langsung melakukan pengembangan, namun pelaku mengaku hanya sendiri, sehingga petugas sempat menemukan jalan buntu.

Disaat pengembangan terhenti, tiba-tiba saja Rusliansyah datang ke Bandara untuk menjemput Rusfianor yang sudah diamankan petugas karena menurut pengakuan Rusliansyah ia tahu adiknya tertangkap dari temannya bernama Dian yang saat itu berhasil kabur.

Karena Dian juga membawa satu paket shabu, namun melihat tersangka Rusfianoor tertangkap Dian kabur dan menyerahkan satu paket shabu yang dia bawa kepada tersangka Ruslan Safari yang saat itu sedang berada di ruang tunggu penerbangan dan berhasil ditangkap petuga pula.

Dari pengakuan ketiga kalau teman mereka masih ada dua orang lagi, yang masing-masing membawa satu paket besar shabu seberat 800 gram.

Begitu dilakukan pencari ternyata dua tersangka atas nama Rudi dan Hendi sudah berada dalam pesawat siap terbang, dan petugas pun menjemput kedua.

Namun dari kedua tersangka ini petugas hanya menemukan satu paket shabu, sedangkan satu lagi sempat dibuang tersangka Hendi dalam kloset yang menurutnya takut kalau ketahuan.

“Rusliansyah Safitri mengelak dan mengaku hanya ingin menjemput adiknya, namun begitu ditelusuri ternyata Rusliansyah Safitri merupakan Target Operasi (TO) pihak BNNP, karena ia merupakan pengrekrut jasa angkut narkoba,’’ papar Arnowo.

Dan untuk mengirim narkoba ke Surabaya ia berhasil merekrut lima orang, yang mana kelima orang itu adalah adik dan sepupu dia.

“Kelima tersangka ini merupakan usia produktif, dan masih ada beberapa orang yang menjadi DPO, salah satunya adalah Dian yang sudah berhasil ditangkap pihak Polres Tala dengan yang lain, namun tetap masalah narkoba sebanyak 20 gram,’’ tambahnya.

Agar aksi para pelaku mulus, yang membawa shabu mengenakan celana kentat hingga beberapa lapis yang khusus disediakan.

Terpisah, tersangka Ruslan, yang seharinya bekerja sebagai pemasang instalasi lampu mengaku mau jadi kurir karena tergiur upahnya yang cukup menjanjikan.

“Kerja mulai sepi, jadi saya tergiur karena upahnya untuk sekali kirim sebesar Rp10 juta,’’ aku Ruslan.
Ia sudah pernah melakukan hal yang sama dan berhasil hingga mendapat upah Rp10 juta, oleh karena itu ia mencoba lagi namun gagal.

“Satu paket shabu saya sembunyikan di selengkangan dan berjalan seperti biasa saja. Yang menyuruh dan memberi upah adalah Sandy warga Jalan HKSN (masih DPO),’’ ujarnya. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua