``Buat saya siap untuk mau tunangan dari bulan puasa lalu, saat Indra ngajak serius. Padahal, aku sebelumnya juga sudah sreg. Aku juga kaget tiba tiba bulan puasa siang bolong diajakin serius untuk menikah. Indra ngomong sama aku, ya sudah kamu mulai ngomong sama mama kamu ya, saya mikir, oh serius itu. Dan akhirnya direncanakan ini jadi,’’ tutur Dian kepada wartawan di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, Minggu (14/2) malam.
Rasa deg-degan memang tak selesai sampai di situ, seperti layaknya kebanyakan perempuan, Dian pun melakukan sholat istikharah (sholat untuk mencari petunjuk, red) untuk menentukan sikapnya.
``Pastinya ya meminta kepada Yang Maha Kuasa. Pasti kalau ada apa-apa paling baik kalau kita serahkan pada yang Di Atas. Selama ini saya jalanin saja apa yang terbaik, kalau ini yang terbaik ya saya terima,’’ ujar mantan kekasih Abi Yapto ini usai acara lamaran.
Saat ditanya, mengapa harus memilih bertunangan, dan tidak langsung menikah, perempuan pemilik nama lengkap Diandra Paramitha Sastrowardoyo itu mengaku perlu menyiapkan secara fisik dan mental. Segalanya perlu diperhitungkan agar tidak asal-asalan.
``Kita juga nggak mau terburu buru, saya dan Indra terdidik, kalau ada niat baik kita jangan terburu buru dan jangan asal-asalan. Kita mesti mempersiapkan mental dan fisik. Apalagi acara adat kan ada printilan-printilan,’’ pungkas cucu tokoh pergerakan nasional Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo itu. (kap/K-2)
